Depok Dapat DAK Rp 16 M

H Sariyo Sabani

Bojongsari | jurnaldepok.id
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Depok, Sariyo Sabani mengatakan bahwa Depok mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan sebesar Rp 16 miliar dari dana APBN.

“Dana tersebut turun sejak 2017, dari Departeman Keuangan menganggap seolah-olah bahwa Depok bukan sasaran lagi. Bahwa daerah yang menjadi sasaran ialah yang terluar, terjauh dan tersulit APBD,” ujar Sariyo kepada Jurnal Depok, Senin (9/7).

Namun, sambungnya, Depok juga tertolong dengan APBD untuk penganggaran sarpras sebesar Rp 60 miliar. Jumlah tersebut sama dengan pada tahun 2017 sebesar Rp 76 miliar lebih.

“Itu untuk penataan termasuk pembangunan ruang kelas baru dan rehab khususnya untuk SD Negeri dan swasta, termasuk SMP Negeri dan SMP swasta. Walaupun belum banyak yang bisa diharapkan karena jumlah yang harus dibangun cukup banyak,” paparnya.

Akan tetapi, Sariyo merasa bersyukur dengan dikucurkannya DAK. Pasalnya, hal tersebut merupakan suatu kepedulian pemerintah baik pusat maupun daerah. Dikatakannya, saat ini pihaknya juga tengah mengajukan bantuan ke provinsi.

“Termasuk pada saat UNBK kemarin kami bersyukur kebutuhan komputer dan mebeler bisa lebih awal pengadaannya karena dengan e-katalog,” terangnya.

Dikatakannya, saat ini masih banyak bangunan-bangunan SD yang bersusia lanjut dan sangat mengkhawatirkan. Pihaknya bersama tim panitia anggaran yang diketuai oleh sekretaris daerah merencanakan agar SMP Negeri 25 di 2019 sudah bisa terwujud.

“Apakah nantinya tanahnya sudah tidak bermasalah, yang jelas SMP Negeri 21 di Limo yang saat ini masih menumpang, saat ini lahannya sudah ada dari Kejaksaan Agung. Termasuk SMP Negeri 23 pada 2019 akan terbangun,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here