Harga Ayam Potong Melonjak

Walikota didampingi Kapolresta Depok dan OPD terkait saat berbincang dengan salah satu pedagang ayam potong di Pasar Sukatani

Tapos | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris dan Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan pengecekan harga pangan jelang bulan suci ramadhan di Pasar Sukatani, Tapos.

Walikota beserta jajaran berkeliling ke setiap pedagang yang berjualan di Pasar Sukatani. Ia dan Kapolres begitu telaten menanyai satu per satu pedagang yang tengah berjualan.

Salah seorang pedagang ayam potong, Rudi mengatakan selama ia berdagang ayam potong 8 tahun silam, baru kali ini harga ayam melonjak tajam.

“Selama delapan tahun saya jualan ayam baru kali ini harganya melonjak, semua sama mungkin bukan saya saja yang merasakan. Beberapa hari lalu masih Rp 35 ribu per ekor, tapi sekarang kami jual Rp 40 ribu per ekor, karena dari sananya sudah Rp 38 ribu per ekor,” ujarnya kepada Jurnal Depok, Rabu (16/5).

Rudi memprediksi harga ayam akan terus melonjak mengingat lebaran masih lama. Lantaran harga ayam yang tinggi, dirinya terpaksa mengurangi pasokan dikarenakan minat pembeli menurun lantaran harga ayam yang tinggi.

Walikota Depok, Mohammad Idris tak menapikan harga ayam potong yang mengalami lonjakkan. Namun begitu, ia melihat secara keseluruhan harga pangan masih dikatakan stabil.

“Memang ada beberapa harga kebutuhan yang tinggi namun stabil. Cabai merah kriting dan bawang merah juga mengalami kenaikan namun dalam batas wajar. Daging saat ini Rp 120 ribu, ayam ada kenaikkan harga,” paparnya.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan menggelar operasi pasar di bulan ramadhan ini yang bekerjasama dengan Bulog.

“Untuk pasar murah kami akan gelar di 11 kecamatan, sengaja kami gelar di kecamatan agar lebih dekat dengan masyarakat,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga melakukan uji sample terhadap makanan yang diduga mengandung formalin kepada beberapa pedagang.

Kapolresta Kota Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan bahwa tim Satgas Pangan akan terus bekerja membantu menstabilkan harga.

“Stok dalam kondisi normal, tidak ada sembako yang kondisinya langka. Tim kami terus melakukan monitoring, kalau ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan atau hal yang curang kami akan lakukan penegakkan hukum. Sementara ini belum ada indikasi (penimbunan,red) kami melihat kondisi di pasar masih wajar dan stok dalam kondisi normal,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here