Main ‘Jodoh-jodohan’ Di Paripurna

0
163
Aksi palang pintu saat menyambut walikota-wakil walikota dan ketua DPRD beserta unsur pimpinan sebelum rapat paripurna istimewa

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Ada yang menarik pada saat gelaran Rapat Paripurna Istimewa dalam Rangka HUT Kota Depok ke 19. Di mana selain jual beli pantun antara anggota DPRD dengan walikota-wakil walikota, rapat paripurna yang dihadiri lebih dari 200 orang itu mulai menjodohkan incumbane yakni Mohammad Idris dengan anggota dewan.

Hal tersebut bermula ketika Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo memancing Walikota Depok, Mohammad Idris dengan kata-kata ‘genit’ yang berusaha menjodohkan dirinya dengan beberapa anggota dewan.

Terlebih, setelah Wakil Ketua DPRD Depok, H Igun Sumarno memberikan beberapa masukkan terkait kesenian budaya Sunda. Sontak, hal itu direspon oleh Hendrik.



“Nanti di 2020 ada 2I, Idris-Igun,” ujar Hendrik dihadapan ratusan peserta rapat paripurna.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, H Tajudin Tabri juga melontarkan pantun terkait HUT Kota Depok ke 19.

Tak mau kalah Walikota Depok, Mohammad Idris juga memberikan pantun dalam pidatonya. Idris memberikan pantun ‘empat kali empat enam belas, sempat tidak sempat Depok harus high clas’.

Tak sampai di situ, Idris juga ditantang oleh para anggota DPRD Depok untuk berpantun kembali setelah turun dari podium. Idris pun menerima tantangan itu dengan berpantun ‘Jangkrik Kaga Doyan Duren, Bang Hendrik Emang Keren’.

Pantun tersebut langsung ditanggapi oleh Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo. Hendrik menjawab pantun yang dilontarkan oleh walikota.

“Kalau memang saya keren, nanti 2021 kita berpasangan,” ungkapnya diiringi tepuk tangan peserta paripurna.

Merasa suasana semakin ramai, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna juga tidak mau kalah untuk berpantun.

“Beli Keris Di Purwodadi, Buah Apel Enak Dimakan, Idris-Pradi Tetap Lanjutkan,” ucapnya.

Ditemui usai paripurna, baik walikota, ketua DPRD dan wakil ketua DPRD kompak menjawab jika ‘perang pantun’ yang terjadi di rapat paripurna istimewa tak lain untuk mencairkan suasana di tengah kemeriahan HUT Kota Depok ke 19.

“Biar suasana cair saja, kan lagi ulang tahun. Adapun mulai disandingkan, itu bagian dari guyonan,” terang Hendrik.

Hal senada juga diungkapkan oleh Walikota Depok, Mohammad Idris.

“Ini merupakan hari kebahagiaan, secara aturan enggak jadi masalah, selama pantunnya membawa kebaikan. Kalau ada yang dipasangin, itu sih emosional saja,” ungkapnya.

Rapat paripurna istimewa juga dirangkai dengan penyantunan yatim, bazar, kuliner gratis dan musik hiburan. n Rahmat Tarmuji

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here