Pemilih Wajib Bawa e-KTP

0
192
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengluarkan peraturan baru terkait tata cara pencoblosan dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya wajib membawa e-KTP pada saat hari pencoblosan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Komisioner KPU Divisi Umum Keuangan dan Logistik, Nana Shobarna.

“Kami mengimbau kepada masyarakat pada saat hari H dan hadir ke TPS wajib membawa KTP elektronik atau suket. Disamping membawa C6 mereka juga wajib membawa e-KTP atau suket,” ujar Nana kepada Jurnal Depok, kemarin.



Ia menambahkan, bahwa hal itu tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 Pasal 7 ayat (2) yang berbunyi, dalam memberikan suara di TPS pemilih menunjukkan Formulir C6 dan wajib menunjukkan KTP elektronik atau surat keterangan kepada KPPS.

“Jadi kami sangat mengimbau hal ini bisa diketahui oleh masyarakat secara luas, ini anturan baru,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bagi warga yang per tanggal 27 Juni 2018 telah berhak untuk menggunakan hak pilihnya.

Dari itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Disdukcapil dan masyarakat untuk mengetahui warga yang telah berusia 17 tahun per 27 Juni 2018.

“DPT pilgub yang kemarin telah ditetapkan termasuk di dalamnya pemilih yang berusia 17 tahun per 27 Juni 2018,” ungkapnya.

Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo menilai Depok dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai 1,1 juta pemilih, menjadi rebutan antar pasangan calon Gubernur dan Wakil Jawa Barat. Dirinya berharap untuk mendapatkan hati pemilih, para paslon diharapkan melakukan sosialisasi dengan cara bermartabat.

Terkait data pemilih yang belum masuk, ia akan memerintahkan komisi A agar dapat berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta KPU Kota Depok.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki e-KTP semoga bisa menggunakan suket (Surat keterangan). Bicara hak pilih ini merupakan hak dasar sebagai warga negara. Ketika dia diakui sebagai warga negara maka punya kewajiban dan hak sebagai pemilih dan dipilih,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here