Hiswana Ungkap Kelangkaan Premium

0
153
ist

Margonda | jurnaldepok.id
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Depok angkat bicara terkait stock Premium di SPBU yang sulit didapat di SPBU di Kota Depok.

“Memang Premium di Kota Depok sudah berkurang jauh penjualannya karena tidak terlepas dari permintaan masyarakat yang memang menurun karena telah beralih ke produk BBM lain yang memiliki kandungan oktan lebih tinggi. Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan dari mesin kendaraan itu sendiri yang sudah memakai CDI,” ujar HM Athar Susanto, Ketua Dewan Penasehat DPC Hiswana Migas Kota Depok, Senin (2/4).

Ia mengatkan, semakin tinggi oktan BBM, performa mesin akan semakin baik. Apalagi, kata dia, untuk mesin keluaran baru yang kebanyakan dirancang untuk mengkonsumsi BBM beroktan 90 ke atas, seprti halnya BBM beroktan 92 (RON92) atau beroktan 95 (RON95).



“Dulu, penjualan Premium di SPBU di Depok memang tinggi, tetapi sekarang turun drastis. Karena dengan keterbatasan kapasitas tangki itu sendiri yang dimiliki oleh SPBU salah satu produk jadi harus dilepas yang memiliki oktan dibawah 90. Akhirnya saat ini SPBU di Kota Depok lebih banyak yang menjual seperti jenis Pertalite dan Pertamax,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebetulnya pihak Pertamina tidak sengaja memangkas Premium di Kota Depok. Selain itu, juga meningkatnya kesadaran dari konsumen terhadap penggunaan BBM beroktan tinggi.

“Kami dari Hiswana Migas Depok tak khawatir bakal ada lonjakkan permintaan Premium secara besar-besaran dengan menyusul adanya kenaikan harga Pertalite sebesar Rp200 per liter baru-baru ini,” katanya.

Sebagai pembanding, sambungnya, Premium dibanderol Rp 6.550 per liter di wilayah Jawa dan Bali, sementara Pertalite yang beroktan 90 harganya Rp 7.800 per liter.

“Kami sangat berharap konsumen mulai bergeser ke penggunaan BBM yang memiliki kualitasnya lebih baik, agar kendaraan semakin terawat baik dan mengurangi adanya Polusi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here