Pol PP Sidak Bangli

0
190
Anggota Satpol PP ketika melakukan sidak bangunan liar di Limo Raya

Limo | jurnaldepok.id
Kabid Penertiban Satpol PP Kota Depok, H Kusumo didampingi Camat Limo Herry Restu Gumelar dan Koordinator Forum Komunikasi Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FKA-LPM) Kecamatan Limo Risani Pattisahusiwa Selasa sore (27/3) melakukan sidak kesejumlah lokasi bangunan liar (Bangli) sekitar gedung SMAN 9 kawasan sejajar Limo Raya.

Pada kesempatan itu Kusumo mengatakan akan melakukan penertiban seluruh bangunan liar yang melanggar dikawasan itu terlebih bagi bangunan yang berdiri diatas lahan yang tidak jelas alas haknya sehingga tidak mungkin diterbitkan perijinan.

“Kami tetap konsisten menegakkan aturan namun tentunya pelaksasanaan penegakan aturan itu tetap mengacu pada mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan dan kunjungan kami dikawasan Limo raya kali ini dalam rangka memastikan bahwa sejumlah bangunan diareal ini tak mengantongi perlengkapan perijinan, ” ujar Kusumo kepada Jurnal Depok kemarin.



Menanggapi hal ini Camat baru Limo Herry Restu Gumelar meminta kepada jajaran Satpol PP Kecamatan untuk melakukan pendataan bangunan yang tidak memiliki izin disepanjang Jalur Limo dan melaporkannya ke Satpol PP Kota Depok.

“Kami menyambut baik upaya Satpol PP dalam upaya menegakan Peraturan Daerah (Perda) dalam hal ini Perda tentang bangunan dan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk itu saya berharap jajaran Tramtibum Kecamatan dan Kelurahan dapat membantu Satpol PP Kota dalam melaksanakan penertiban itu, ” ujar Herry.

Harapan senada dikatakan Koordinator FKA-LPM Kecamatan Limo Risani Pattisahusiwa.
Dia berharap kunjungan Kabid Satpol PP kesejumlah titik lokasi bangunan liar (Bangli) disejajar Limo raya merupakan sinyal positif bagi upaya penegakan aturan terkait perijinan di wilayah Kecamatan Limo.

“Mudah mudahan kali ini Satpol PP benar benar serius menindak bangunan liar yang berdiri diatas lahan eks HGB dipinggir jalan raya Limo dan saya berharap nanti semua bangunan yang tak berijin dikawasan ini dibongkar dan lahannya dapat dioptimalkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) atau trotoar untuk para pejalan kaki, ” pungkas Risani. n Asti Ediawan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here