Hoax Titik Rawan Pelaksanaan Pilkada

0
65
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Pengamat politik Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Obsatar Sinaga mengatakan pelaksanaan pilkada di Jawa Barat akan relatif berjalan damai. Hal tersebut tentunya akan sangat berbeda dengan pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta yang telah berlangsung belum lama ini.

Namun, pria yang juga Anggota Komisi Penyiaran Indonesia ini mengungkapkan, jika hoax yang terjadi di media sosial dan media massa menjadi salah satu titik kerawanan tersendiri untuk menimbulkan perselisihan pada pilkada serentak di Jawa Barat.

“Saya rasa semua calon di Pilgub atau bahkan Pilkada serentak di Jawa Barat sangat menghormati jalannya pesta demokrasi. Tapi, hoax sangat rentan mengganggu jalannya pesta demokrasi tersebut,” jelasnya.



Dirinya menyadari, meskipun seluruh calon telah berikrar untuk mewujudkan Pilkada di Jawa Barat yang aman dan damai, namun kekuatan fanatisme simpatisan yang berlebihan hingga menyebarkan berita tidak benar tidak mampu dibendung.

“Justru yang harus diwaspadai tentunya simpatisan calon karena memang seluruh calon sudah berkomitmen untuk pilkada yang aman,” paparnya.

Menurutnya untuk memantau berita hoax di media massa atau media sosial perlu dibentuk tim terpadu yang terdiri dari KPU, Bawaslu, KPI, Kepolisian serta dewan pers.

“Nantinya tim inilah yang mengawasi penuh pelanggaran-pelanggaran atau bahkan berita hoax,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan KPU Jawa Barat yang hadir dalam kegiatan, Jalu Pradhono Priambodo menambahkan seluruh akun media sosial para calon telah didaftarkan ke KPU. Tinggal, Bawaslu serta KPU nantinya mengawasi akun-akun yang telah dilaporkan tersebut.

“Jika ada hoax yang berasal dari luar akun yang telah didaftar, maka menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk mengusutnya,” tandasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here