Ini Tujuan Wakaf RTH

0
83
Heri Saepudin

Sawangan | jurnaldepok.id
Sebagai bentuk kepedulian pada terciptanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), Forum Komunitas Hijau (FKH) menginisiasi gerakan Wakaf RTH. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye pertobatan ruang.

“Sebuah upaya penyadaran kolektif tentang pentngnya penguatan kedaulatan ruang sebagai representasi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ujar Koordinator FKH Kota Depok, Heri Syaifudin seusai acara diskusi publik dan bincang santai dengan topik Bersama Menjaga Fungsi Situ-Situ Jabodetabek. Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Sawangan, belum lama ini.

Heri menuturkan, kampanye Wakaf RTH berawal dari keprihatnan tentang minimnya Ruang Terbuka Hijau. Ditambah lagi kurangnya keberpihakan pemerintah kota/kabupaten dalam kebijakan dan strategi pemenuhan RTH.



“Kita prihatin atas minimnya RTH. Belum lagi, ketidakjelasan Pemkot Depok dalam strategi pemenuhan RTH,”paparnya.

Hal ini diamini Pakar Tata Kota, Nirwono Joga yang menemukan bahwa RTH Kabupaten/Kota di Indonesia hanya berada di kisaran 9-11%. Padahal, lanjutnya, Undang-Undang No 26 tahun 2007 mewajibkan setap kota/kabupaten untuk memenuhi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau sebesar 30% dari total luas wilayahnya.

“Iklim tropis dan curah huan yang tnggi membuat Indonesia membutuhkan taman-taman dalam kota sebagai penurun panas, daerah tampungan air, pemroduksi oksigen, penangkap karbon, dan penambah kecantikan kota. Namun, kenyataannya agak sulit menjumpai pemerintahan kota/kabupaten yang menjadikan pemenuhan RTH sebagai prioritas program. Keterbatasan anggaran dan skala prioritas selalu menjadi alasan sakti pemerintah untuk menomorduakan program pemenuhan RTH. Karenanyalah Wakaf RTH akan menjadi jawaban sekaligus solusi dari ‘keterbatasan’ yangselalu menjadi ‘black embek’ dalam pemenuhan RTH,”tandasnya.

Ia menambahkan, Wakaf RTH mengajak sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut serta dalam pemenuhan RTH melalui pemanfaatan lahan-lahan atau pekarangan rumah mereka yang tdak dimanfaatkan (mengganggur).

Sekaligus komitmen untuk tidak menambah bangunan di atasnya. Strategi kampanye wakaf RTH juga meliput pembuatan “komitmen swasta (private) untuk tetap mempertahankan RTH-nya sampai kapanpun”, atau mengalihfungsikan suatu kawasanyang belum ditetapkan sebagai RTH menjadi Ruang Terbuka Hijau Publik untuk Pemerintah Kota.

“Aksi Wakaf RTH mewakili generasi masa depan untuk mengetuk pintu hati dan nurani semua pihak agar menyegerakan pemenuhan ruang-ruang partsipasi dan interaksi sebagai ajang tumbuh-kembang anak-anak generasi penerus bangsa ini. Ke depan, Wakaf RTH yang digagas FKH Nusantara ini akan menjadi upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dan kesejatan bangsa Indonesia yang berpijak pada ruang-ruang kebersamaan. Sebuah local wisdom yang mengajarkan kedaulatan ruang sebagai ajang sesungguhnya dari pelaksanaan seperangkat konsep nilai keberagamaan dan kemanusiaan,”jelasnya.

FKH Nusantara juga mendorong pemerintah pusat untuk menyerahkelolakan lahan-lahan miliknya di daerah kepada Pemerintah Daerah. Utamanya untuk penambahan RTH publik. Sehingga hal ini selain akan mendorong percepatan penambahan kuantitas RTH, juga pemerataannya.

Mengingat pentingnya daya dukung lingkungan terhadap suatu kawasan dalam pembangunan, sebaran RTH yang merata di seluruh kawasan kota adalah sebuah keniscayaan. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here