Vicky Shu Bantah Diendorst FT

0
114
Vicky Shu saat menjalani proses persidangan terkait kasus First Travel di Pengadilan Negeri Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Artis sekaligus desainer, Vicky Veranita Yudhasoka atau yang dikenal dengan nama Vicky Shu mendatangi kantor Pengadilan Negeri Kota Depok, Rabu (14/3). Kedatangannya sebagai saksi atas kasus penipuan bimbingan ibadah umroh First Travel (FT) yang melibatkan terdakwa yakni Andika Surachman, Anniesa dan Kiki Hasibuan. Dengan menggunakan kemeja hitam dan scraft putih, Vicky datang sekitar pukul 10.40 WIB. Persidangan sendiri baru dilakukan pukul 11.00 WIB.

Tak hanya Vicky, terdapat 9 saksi lain yang dihadirkan tim jaksa penuntut umum. Sedangkan artis Syahrini tidak terlihat hadir di persidangan.

Dalam keterangan nya di persidangan, Vicky mengaku menjalani ibadah umroh pertama kali dengan menggunakan jasa First Travel pada Desember 2015. Ketika itu, Vicky yang mengenal Anniesa ditawarkan untuk ikut FT dan mendaftar di paket reguler.



“Saya umroh pakai FT, waktu itu ikut yang paket reguler dengan biaya Rp 34.450.000. Biaya itu langsung saya transfer ke rekening FT. Saya berangkat sendiri tidak bersama keluarga. Biaya lebih mahal dari paket reguler biasa karena mau kamar sendiri,” kata Vicky di dalam ruang sidang.

Ia menambahkan saat melaksanakan ibadah umroh dirinya sempat memposting di Instagram nya. Desainer sepatu itu mengupload kegiatan ibadah nya selama berada di tanah suci.

Dia menjelaskan jika hanya satu dari tiga terdakwa yang dikenalnya. Vicky mengaku mengenal Anniesa Hasibuan lantaran sesama satu profesi yakni desainer.

“Saya kenal dia di ajang New York Fashion Week tahun 2015 karena kita sama-sama desainer. Cuma sebatas pertemanan antar desainer,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, Anniesa mengetahui jika Vicky pernah menggunakan jasanya tahun 2015 melalui upload an video dan foto dalam instagram milik Vicky. Lalu, Anniesa menawarkan untuk berangkat lagi melaksanakan ibadah umroh kepada Vicky. Kali ini Vicky tidak perlu membayar hanya saja Vicky mempromosikan First Travel.

“Karena memang ada rencana mau umroh lagi dan kebetulan dia tahu niat saya dan menawarkan. Anniesa meminta bantuan langsung kepada saya secara lisan, minta bantu blusukan ke jemaah. Tidak ada perjanjian endorsment. Karena saya nggak tegaan, yaudahlah saya bantu karena memang mau ibadah,” jelasnya.

Ia menambahkan pada saat umroh kedua dirinya diminta menanyakan kepada jamaah FT tentang pengalaman nya menggunakan FT. “Waktu umroh kedua saya berangkat bulan Maret 2017,” tambah Vicky.

Ia menjelaskan saat menjalani umroh kedua, dirinya mengaku mendapat fasilitas sama dengan jamaah lainnya.

“Fasilitas nya ya seperti hotel, makanan, Alhamdulillah. Meski hotelnya lebih jauh, saya menikmatinya. Selama umroh kedua saya bantu promo FT seperti foto bersama dengan jamaah, ngobrol, menanyakan sudah berapa kali ikut FT. Selanjutnya sesampai nya di Indonesia, saya diminta upload kegiatan umroh melalui Instagram pribadi saya,” ucapnya.

Pelantun lagu Mari Bercinta 2 itu mengungkapkan jika selama melakukan promosi, ia tidak meminta honor atau bayaran. “Karena niat saya ibadah dan ikhlas. Kebetulan ada yang menawarkan sekaligus bantu teman,” tutur Vicky.

Terkait kasus yang dialami pihak FT, Vicky awalnya tidak mengetahui jika sedang bermasalah. “Saya kurang update berita, tapi lama kelamaan tahu juga dari media. Bahkan beberapa jamaah menanyakan langsung kepada saya karena saya kan pernah promosikan FT. Mereka nanya kapan berangkat, ketika itu saya langsung sampaikan keluhan itu ke pihak management FT,” terangnya.

Vicky juga menegaskan tidak mengetahui sumber dana yang digunakan pihak FT untuk mengendorse para artis. “Saya nggak tahu pola dan sistem FT seperti apa. Yang saya tahu FT bimbingan ibadah umroh yang legal dan resmi. Jadi murni bantu teman saja dan memang mau ibadah,” tegas Vicky.

Usai mengetahui banyak jamaah FT yang tidak diberangkatkan untuk menjalani ibadah umroh, Vicky tidak mampu menahan air mata.

“Pas saya tahu banyak jamaah yang tak berangkat , saya shock. Kok ada ya yang tega seperti itu. Mereka pasti sudah kumpul kan uang untuk bisa berangkat, uangnya puluhan juta tapi ternyata tidak diberangkatkan. Saya aja seperak pun hak orang tidak akan berani mengambil nya,” ujarnya.

Dirinya berharap agar kasus tersebut bisa segera selesai dan jamaah yang belum berangkat bisa berangkat.

“Dengan saya datang kesini semoga bisa mempercepat proses. Saya hanya bisa berdoa dan memberikan dukungan moril kepada para jamaah FT lain,” tutupnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here