Mengenang Kiprah Guru Gamung

0
321
Walikota bersama para ulama membaca doa ketika melakukan peletakan batu pertama Ponpes Vocational Al Ma'mun

Laporan: Rahmat Tarmuji
Makam yang terletak di belakang Masjid Al-Mukhlashin Sawangan, Depok, Jawa Barat itu tampak cukup bersih dan terawat. Di situlah beristirahat dengan tenang salah seorang tokoh ulama terkemuka di Jawa Barat. Dia bernama KH. Ma’mun bin Ta’yin atau yang akrab disapa Guru Gamung.

Beliau adalah sosok ulama yang fenomenal. Perjalanan hidup dan pengabdiannya memperjuangkan dan mendakwahkan Islam telah ia goreskan sejak masa penjajahan Belanda.
Sosok yang fenomenal akan senantiasa memiliki perjalanan hidup yang istimewa.

Terlahir di Sawangan, yang pada waktu itu merupakan salah satu daerah yang terletak di Kabupaten Bogor tepatnya pada Hari Senin tanggal 11 November 1911 M atau 19 Dzul Qoidah 1329 H, dan wafat dalam usia 80 tahun tepatnya tanggal 18 Februari 1991 M atau 03 Sya’ban 1411 H.



“Ia dilahirkan dari seorang ibu yang bernama Sabena binti Tambran dan seorang ayah yang memiliki nama lengkap Ta’yin bin Syari’an yang pada waktu itu dikenal oleh banyak orang dengan sebutan “Mandor Gamung”,” ujar Sahlani, anak almarhum.

Untuk mengenang jasa-jasa almarhum semasa hidupnya yang penuh dengan perjuangan, pihak keluarga sengaja menggelar haul dan peletakan batu pertama Pondok Pesantren Vocational Al Ma’mun di Jalan Abdul Wahab, Kelurahan Sawangan.

“Terkait pembangunan Ponpes Vocational Al-Ma’mun, dalam perkembangan era globalisasi kekinian, teknik digital adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dinafikkan. Hidup di era digital merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga, upaya penggabungan kurrikulum tradisional pesantren dengan kurikulum modern (Integrated Curricullum) adalah sebuah keharusan,” kata Ahmad Sujai, cucu almarhum.

Sujai yang saat ini dipercaya sebagai kepala Madrasah Aliyah (MA) Darul Irfan, merupakan salah satu sekolah di bawah naungan Yayasan Darul Irfan, dan pada awalnya dikembangkan oleh KH Ma’mun.

“Sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal modern, Pondok Pesantren Vocational Al-Ma’mun hadir sebagai oase kedahagaan terciptanya output intelektual muslim berjiwa enterpreneurship atau enterpreneur yang religius, dengan landasan tauhid dan akhlak yang kuat serta memiliki life skils dibidang robotic, teknik komputer dan jaringan,” terangnya.

Walikota Depok, Mohammad Idris yang didapuk untuk meletakan batu pertama pembangunan ponpes itu turut mendoakan almarhum Guru Gamung.

“Almarhum memberikan contoh buat kita semua di dalam perjuangan untuk membela ummat di Negara ini, serta pengorbanan yang telah ia persembahkan hendaknya dapat diteladani bersama baik oleh anak keturunannya maupun oleh kita semua,” ungkapnya.

Ia juga berharap, mudah-mudahan pondok pesantren yang dibangun akan menjadi sebuah tempat dan sumber bagaimana bisa membina dan mengembangkan pendidikan kader-kader ummat Islam.

“Kembangkan pendidikan melalui lembaga pendidikan ini agar mereka menjadi sumber daya manusia dan ummat Islam yang diharapkan bisa menjadi pemimpin-pemimpin bangsa,” katanya.

Hal yang sama juga dilontarkan oleh ulama kondang KH Syukron Ma’mun.

“Mudah-mudahan keluarga yang masih ada mampu meneruskan amanah almarhum. Insha Allah almarhum di alam barzah akan gembira melihat perbuatan kita semua. Mudah-mudahan Allah terima amal soleh almarhum, diampuni dosanya dan keluarga yang membangun pondok pesantren ini dimudahkan urusannya,” pungkasnya. n

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here