Walikota Dikenal KPK

0
215
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Pasca berita hoax yang menimpa Walikota Depok, Mohammad Idris terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Idris mengaku hingga kini belum mengambil langkah apapun terkait berita bohong tersebut.

“Saya tidak berkepentingan dan saya tidak lakukan apa-apa dengan apa yang sudah terjadi. Mungkin dari sisi politis ada orang-orang yang ingin tenar atau ditenarkan, saya tidak tahu dan saya tidak berkepentingan melakukan investigasi maupun klarifikasi,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Selasa (6/3).

Ia menambahkan, bahwa dirinya tidak merasa dirugikan dengan kasus tersebut malah sebaliknya.



“Saya tidak merasa dirugikan, bahkan saya merasa diuntungkan, saya saat ini lebih dikenal positif oleh KPK,” paparnya.

Dijelaskannya, ketika disebutkan pada Jumat (2/3) pukul 00.00WIB terkena OTT, padahal dirinya sedang tidur.

“Ketika disebutkan pada jam itu, saya sedang tidur di sebuah tempat bersama-sama LPM se Depok di kawasan Serang. Walaupun dikatakan pagi, saya masih dalam perjalanan ke Depok. Makanya saya bilang kalau saya tidak OTT tapi OTW,” guraunya.

Sebelumnya, Liburan akhir pekan kemarin sempat menguras pikiran dan perhatian masyarakat Depok. Pasalnya, beredar informasi Walikota Depok, Mohammad Idris terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Informasi yang dihimpun Jurnal Depok bahwa walikota ditangkap di kawasan Jakarta Selatan. Namun, belakangan beredar informasi bahwa penangkapan dilakukan di wilayah Banten, yang ditangkap pun informasinya mulai dari pejabat, walikota hingga wakil walikota Depok.

Tak hanya itu, jam penangkapan pun bermacam-macam versinya. Mulai dari Sabtu (3/3) dini hari hingga Sabtu siang hari. Atas berita itu Walikota Depok, Mohammad Idris angkat bicara terkait informasi yang menyesatkan tersebut. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here