69 ASN Fungsional Dilantik

0
92
Walikota Depok, Mohammad Idris saat mengambil sumpah jabatan pegawai fungsional di lingkup Pemerintah Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris melantik dan mengambil sumpah jabatan bagi 69 Aparatur Sipil Negara (ASN) fungsional di lingkup Pemerintah Kota Depok.

“Ini pelaksanaan dari PP kementerian masing-masing PAN-RB tahun 2014-2017. Jadi kalau sebagiannya sudah bertugas sebagai fungsional, tapi yang terbaru adalah Pol PP karena di 2017 baru keluar PP nya dan harus dilantik,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Selasa (6/3).

Ia memberi contoh, fungsional Pol PP tidak bisa lagi pindah ke puskesmas, namun sesuai fungsinya yakni sebagai Pol PP.



“Begitu juga dengan auditor yang harus berada di inspektorat, tidak bisa pindah ke dinas lain. Pranata IT misalnya harus di Kominfo tidak bisa ke mana-mana,” paparnya.

Dijelaskannya, bahwa jabatan fungsional berbeda dengan struktural yang bisa pindah ke mana-mana serta diperlukan oleh dinas tertentu termasuk kelurahan.

“Kalau ini tidak bisa, UPT pendidikan masuknya ke struktural, kalau UPT fungsional tugas-tugasnya dari kepala dinas nanti,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, H Supian Suri menjelaskan ASN fungsional yang dilantik kemarin dari semula sudah berada dalam posisi tersebut seperti Asisten Apoteker, Bidan dan lainnya.

“Ada juga yang inpushing yang awalnya struktural pindah ke fungsional tertentu. Sesuai PP 11/2017 bahwa semua jabatan fungsional harus dilakukan pelantikan, makanya kami lakukan pelantikan,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, mereka yang dilantik berbeda-beda eselon nya. Ia mencontohkan auditor pertama masih setara eselon IIIa, namun untuk jabatan fungsional terendah pun mereka mendapat tunjangan setara dengan eselon IVb.

“Memang hingga kini belum ada hitung-hitungan yang keluar dari MenPAN. Mereka harus professional dibidang itu, kecuali Pak Wali memiliki pemikiran lain terhadap potensinya untuk ditarik ke struktural. Kemungkinan kedua kalau mereka tidak bisa menjalankan fungsional nya dalam dua kali harusnya bisa naik golongan, mereka harus kembali lagi ke struktural. Keistimewaannya mereka bisa naik pangkat dua tahun sekali kalau memang memenhui tugasnya di fungsional,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here