28 April Kongreslub Askot

0
161
Hendra Dimun

Margonda | jurnaldepok.id
Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Depok akan menggelar Kongres Luar Biasa (Kongreslub) pada 28 April mendatang.

“Pelaksanaan Kongreslub kami gelar Insha Allah pada 28 April nanti, andaipun nanti mundur pelaksanaannya karena berbarengan dengan HUT Kota Depok, paling telat kami laksanakan pada 1 Mei. Tempat pelaksanaan akan kami sampaikan berikutnya,” ujar Hendra Dimun, Eksekutif Komite Askot PSSI Depok, Senin (5/3).

Ia menjelaskan, pada 2 Maret lalu pihaknya telah mendistribusikan pemberitahuan tentang kongres luar biasa kepada 51 klub sepak bola yang ada di Depok. Klub tersebut merupakan pemilik suara pada pelaksanaan pemilihan ketua Askot PSSI Depok.



Dalam surat pemberitahuan itu juga berisikan dengan pelaksanaan kongres, formulir pendaftaran, calon ketua, surat dukungan kepada calon ketua, calon wakil ketua exco, dan anggota exco yang terdiri dari tiga orang.

“Dalam Kongreslub nanti kami akan memilih lima yakni ketua Askot, wakil ketua dan tiga orang untuk menjadi anggota exco. Kami membuka pendaftaran mulai tanggal 5-20 Maret. Sementara pada 24-27 Maret verifikasi bakal calon, 28 Maret pengumuman calon dan 29 Maret pengajuan banding apabila ada calon ketua, wakil ketua dan anggota exco yang tidak memenuhi persyaratan, kami membuka pintu banding dari 29-31 Maret,” paparnya.

Sementara pada 2 April, pihaknya akan menyebar undangan untuk pelaksanaan kongres kepada 51 klub sepak bola se Kota Depok. Pada tanggal 2-4 April beragendakan sidang pengajuan banding jika dari beberapa calon tidak memenuhi kriteria dan akan diumumkan hasil bandingnya pada 5 April.

“Di tanggal 3-21 April penyerahan mandate klub peserta atau voter kepada panitia. Jika tidak menyerahkan surat mandate pada 21 April maka secara otomatis klub tersebut tidak menjadi peserta Kongreslub,” tegasnya.

Adapun persyaratan calon ketua, wakil ketua dan anggota exco Askot PSSI Depok yakni mereka harus pernah menjadi pengurus selama lima tahun di asosiasi kota, provinsi maupun di tingkat nasional.

“Jika kurang dari lima tahun, tidak boleh. Itu statute, dan kode pemilihan kami putuskan pada sidang kongres tahunan 10 Februari lalu dan disetujui oleh para voter. Keaktifan bisa dilihat berdasarkan SK kepengurusan,” terangnya.

Baik pengurus asosiasi maupun klub, sambungnya, keduanya bisa mencalonkan diri dan mendapatkan minimal 10 dukungan dari masing-masing klub. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here