Awas Bahaya ‘Orang Gila’

0
194
Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin bersama Walikota dan Ketua MUI Kota Depok, saat menjadi narasumber dalam acara pengajian ulama dan umaro di Gedung MUI Kota Deopok

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Peristiwa penyerangan terhadap ulama yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini mendapat sorotan tajam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin telah meminta Presiden RI, Jokowi untuk mengusut tuntas peristiwa itu.

“Kami masih belum bisa memastikan mana yang penyerangan, mana orang gila, atau pura-pura gila. Dari itu presiden sudah minta pihak polisi untuk menuntaskan ini, nanti akan diberi penjelasan,” ujar Ma’ruf kepada Jurnal Depok, kemarin.

Pernyataan itu disampaikannya seusai menjadi narasumber dalam acara Pengajian Ulama Umaro yang digelar oleh MUI Kota Depok.



Atas peristiwa itu, Ma’ruf meminta kepada ummat Islam tidak terprovokasi, tidak membuat issue dan tidak terpengaruh oleh informasi yang disebar di media sosial.

“Tunggu penjelasan resmi, bagaimana laporan itu sesungguhnya, ada yang melakukan rekayasa atau tidak. Presiden sudah mengatakan akan menindak tegas. Belum (terima,laporan,red), adanya dari medsos, kami akan tunggu laporan dari koordinasi kepolisian dan BIN. Ummat Islam tenang saja jangan terprovokasi, tunggu penjelasan dari pihak yang berwajib,” tegasnya.

Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan agar masyarakat terlebih dahulu mengklarifikasi dan mengkonfirmasi setiap kali ada kejadian itu. Ia juga meminta kepada ummat agar tidak terpancing oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Kami rasa perlu diklarifikasi, kemarin juga dari pihak kepolisian jangan sampai ada kasus-kasus yang kebenaran terkait dengan ustad dan ulama di daerah terus diviralkan sebagai kriminalisasi ulama maupun ustad, ini harus didudukan secara benar-benar proporsional,” tandasnya.

Kasus-kasus yang besar, kata dia, ada tiga. Dirinya telah menanyakan juga kasus tersebut di antaranya yang di pondok pesantren, bukanlah membuat jahat langsung kepada kiai.

“Jadi informasinya, sang guru ini melakukan teguran kepada seseorang anak muda dan anak muda itu merasa tidak senang, lalu ia mengejar orang yang menegur ini. Ketika mengejar, entah gimana yang jatuh itu sang kiai, yang diviralkan bahwa orang ini akan membunuh atau mengkriminalkan sang kiai ini. Itu klarifikasi dari polisi yang menangani kasus tersebut,” ungkapnya.

Namun begitu, Idris tidak bisa memastikan apakah tindakkan kriminalisasi terhadap ulama di beberapa daerah di Indonesia telah terstruktur.

“Harapan kami masyarakat tidak terpancing dengan berita yang viral dan merugikan diri sendiri, tetap kami harus waspada,” terangnya.

Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzaman merasa prihatin atas beberapa peristiwa yang belakangan menimpa para ulama di Indonesia.

“Kami sangat prihatin dan menyayangkan, kami minta kepada aparat keamanan dan pemerintah dapat mencegah hal itu agar tidak terjadi lagi hal-hal yang merugikan para ulama dengan istilahnya dikriminalkan,” terangnya.

Tak hanya itu, Dimyati juga meminta kepada Pemerintah Kota Depok beserta jajaran agar mampu menjaga para ulama yang ada di Depok.

“Karena ulama ini merupakan pewaris para nabi yang tentunya harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here