Pengembang Tutup Akses Jalan

0
162
Terlihat akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo ditutup oleh pengembang, kemarin

Limo | jurnaldepok.id
Pengembang Town House Grand Limo Residence kemarin melakukan aksi penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo lantaran merasa kesal kepada camat yang tidak menandatangani rekomendasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Perwakilan pemilik Town House Grand Limo Residence, Puri Yanuar mengatakan pihaknya melakukan penutupan akses masuk Kantor Kecamatan dikarenakan akses jalan tersebut masuk dalam peta tanah milik Suganda selaku pemilik Town House dan disisi lain kata dia pihaknya merasa dihambat oleh aparatur Kecamatan dalam mengurus perijinan.

“Kami sudah memproses izin lingkungan dan rekomendasi dari Kantor Kelurahan namun Pak Camat tidak mau menindaklanjuti rekomendasi itu dengan alasan yang tidak kami mengerti, makanya wajar jika Pak Suganda selaku pengembang dan pemilik lahan kesal dan melakukan penutupan akses jalan itu, ” ujar Puri kepada Jurnal Depok, kemarin.



Saat dikonfirmasi terkait hal ini Camat Limo, Dedi Rosadi mengatakan dirinya belum menandatangani rekomendasi IMB Town House Grand Limo Residence lantaran dirinya meragukan alas hak lahan yang diajukan oleh pihak pengembang.

“Penutupan akses jalan masuk Kantor Kecamatan ini sudah dua kali dilakukan oleh Bapak Suganda yang mengaku sebagai pemilik lahan, waktu itu saya sempat melihat sertifikat atas lahan tersebut, namun pada saat pengajuan rekomendasi IMB saya melihat ada perbedaan di peta sertifikat, hal ini yang membuat saya memutuskan untuk tidak menandatangani rekomendasi itu,” terang Dedi.

Dia menambahakan, untuk kepentingan kelancaran pelayanan masyarakat, dirinya akhirnya menandatangi rekomendasi IMB yang diajukan oleh pengembang sebagai salah satu persyaratan untuk kepenguruaan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi 30 unit rumah di Town House tersebut.

Meski akhirnya pagar penutup akses jalan menuju Kantor Kecamatan dibuka, namun pelayanan di Kantor Kecamatan sempat terhambat akibat aksi penutupan akses jalan tersebut, hal ini dapat terlihat saat beberapa kendaraan roda empat yang diduga ingin meminta pelayanan akhirnya tidak jadi masuk area Kantor Kecamatan lantaran akses jalan todak dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Tadi banyak mobil yang udah mau masuk balik lagi karena jalan masuk Kantor Kecamatan ditutup, ” kata Waluyo salah satu warga Kecamatan Limo. n Asti Ediawan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here