Wow…Gaji Bos First Travel Rp 1M Sebulan

0
123
Para terdakwa kasus First Travel saat disidang di Pengadilan Negeri Kota Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Sidang perdana bos umroh dan travel First Travel digelar kemarin di Pengadilan Negeri Kota Depok. Tiga terdakwa yakni Andika Surachman, Annisa Hasibuan dan Kiki Hasibuan terancam pasal berlapis, dimana salah satunya terkena UU Tindak Pidana Pencucian Uang dengan hukuman maksimal seumur hidup.

Sidang mulai dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum sidang dimulai, ratusan korban jamaah First Travel mulai mendatangi Pengadilan Negeri Kota Depok. Mereka datang dari berbagai kota, tidak hanya dari Depok. Berdasarkan pantauan, korban terlihat memegang spanduk yang bertuliskan agar para terdakwa mendapat hukuman yang setimpal dan hak jamaah bisa dikembalikan.

Vonny salah satu korban First Travel mengatakan meski ketiganya saat ini sedang menjalani proses persidangan, namun dirinya berharap agar uang para jamaah bisa dikembalikan.



“Saya sendiri mengalami kerugian hingga Rp 300 juta. Ketika itu mau bawa rombongan sekitar 20 orang. Meski dia udah di penjara terus uang nggak dikembalikan, biar gimana juga kami tuntut uang kembali. Berapa pun itu,” kata warga Bintaro tersebut.

Korban lain yakni Neneng berharap mendapat keadilan dan para pelaku mendapat hukuman yang seadil-adilnya.

“Saya bawa ibu-ibu janda, kami butuh keadilan dan uang dikembalikan. Banyak jamaah yang susah kumpulin duit tapi ternyata ditipu,” ujarnya sembari menangis.

Ia mengungkapkan kerugian yang dialami sekitar Rp 186 juta. Jamaah yang tergabung dalam rombongannya ada sekitar 13 orang.

“Saya sakit hati ini sama para pelaku. Berharap kemenangan ada di tangan jamaah. Kasian kami, mereka enak-enakan makan duit jamaah untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.

Sesaat sebelum persidangan dimulai, ketiga tersangka yang sudah berada dalam tahanan digiring untuk dibawa ke ruang persidangan. Suasana sempat ricuh lantaran para korban yang sudah geram terhadap perilaku mereka.

“Awas, minggir penghuni neraka mau lewat,” kata salah satu korban.

Tiba di ruang persidangan, suasana semakin tidak terkendali. Teriakan dan cacian korban menghiasi ruang persidangan. Persidangan kemudian dimulai ketika kondisi mulai kondusif.

Kepala Pengadilan Negeri Kota Depok Sobandi memimpin langsung jalannya persidangan. Agenda sidang yakni pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Koordinator Jaksa Penuntut Umum Heri Jerman memaparkan bahwa tersangka Andika Surachman dan Anisa Hasibuan menawarkan paket umroh sejak Januari 2015 hingga Juni 2017 dengan berbagai macam promo menarik. Antara lain paket umroh 2017 Rp 14,3 juta, paket umroh reguler Rp 26,6 juta, paket milad ke 8 yakni Rp 8,8 juta. Paket VIP Rp 54 juta, paket umroh promo Rp 15 juta. Bahkan untuk lebih menarik minat, tersangka menggunakan artis Syahrini untuk mempromosikan First Travel.

Dari promosi yang dilakukan tersebut, akhirnya para tersangka berhasil mendapatkan jamaah sekitar 93.295 orang yakni yang sudah mendaftarkan diri dan menyetorkan uang paket promo 2017. Sehingga uang total yang sudah dibayarkan jamaah mencapai Rp 1.319.535.402.852 atau (1 triliun 319 miliar 535 juta 402.852 rupiah). Namun yang diberangkatkan terdakwa hanya 29.985 jamaah. Sedangkan 63.310 jamaah periode November 2016 hingga Mei 2017 tidak diberangkatkan dan uang jamaah yang tidak diberangkatkan namun sudah disetorkan sebanyak Rp 905.330.000.000 atau 905 miliar 330 juta rupiah.

“Uang jamaah yang tidak diberangkatkan digunakan untuk menutupi pembayaran paket promo sebelumnya, membayar gaji pegawai dan juga untuk kepentingan pribadi. Seperti pembelian mobil-mobil mewah tersangka yang nilainya mencapai miliaran rupiah, perjalanan keliling Eropa mencapai Rp 8,6 miliar, pembelian hak bisnis usaha restoran sebesar Rp 10/miliar, bahkan membayar gaji tersangka Andika Hasibuan yang mencapai Rp 1 miliar per bulan dan Anissa Hasibuan Rp 500 juta per bulan,” papar Heri.

Ia menerangkan jika atas perbuatan yang telah dilakukan para tersangka maka mereka dikenakan pasal berlapis, diantaranya pasal 378 KUHP tentang penipuan, pasal 372 KUHP penggelapan, dan juga pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Akan kami buktikan nanti. Untuk UU Tindak Pidana Pencucian Uang maksimal hukuman seumur hidup,” terangnya.

Dirinya menuturkan dalam persidangan selanjutnya, saksi yang akan didatangkan bisa saja artis Syahrini. “Itu bisa saja didatangkan, karena yang bersangkutan menjadi orang yang mempromosikan First Travel. Ada juga artis lain yang menjadi brand ambassador First Travel yakni Vicky Shu. Nanti kita lihat di persidangan nya nanti seperti apa,” tutur Heri.

Terkait aset First Travel yang berhasil diamankan, lanjut Heri, dari total kerugian yang dialami jamaah yakni Rp 905 miliar hanya 10 persen nya yang berhasil diamankan.

“Kenapa hanya 10 persen, karena uang itu diputar untuk menutupi jumlah jamaah yang akan diberangkatkan,” tambahnya.

Sidang berikutnya akan dilanjutkan pada 26 Februari mendatang dengan agenda pembacaan eksepsi oleh terdakwa.

“Ditunda untuk memberikan kesempatan kepada terdakwa apakah ingin mengajukan eksepsi atau tidak. Sampai persidangan tadi, pengacara yang ditunjuk tidak hadir namun majelis hakim telah menyiapkan pengacara prodeo untuk mendampingi mereka,” pungkasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here