2 Tahun Makin Mesra

0
185
Walikota-wakil walikota Depok saat berbincang hangat di sela-sela apel pagi beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Dua tahun sudah pasangan Mohammad Idris-Pradi Supriatna mengemban amanah sebagai walikota-wakil walikota Depok pasca dilantik pada 17 Februari 2016 silam. Selama dua tahun itu pula banyak capaian prestasi dan kontribusi yang mereka wujudkan untuk masyarakat Depok.

“Kami berharap bisa menepati janji kampaye, karena janji merupakan hutang, kalau hutang harus diselesaikan di dunia kalau tidak akan ditagih di akhirat. Ini bukanlah janji Idris namun janji pemerintah, ketika dilantik berarti sudah menjadi satu kesatuan,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa ada beberapa janji kampanye yang telah direalisasikan seperti alun-alun yang sudah mencapai 60 persen, pembangunan kios UMKM dari 1.000 yang dijanjikan kini sudah dibangun 200 dan akan dibangun lagi tahun ini 200, dengan begitu total 400 kios.



Tak hanya itu, Idris-Pradi juga memenuhi janji kampanye nya berupa peningkatan insentif bagi para guru honor yang tadinya Rp 200 ribu menjadi Rp 300-400 ribu tergantung lamanya kerja mereka.

“Pembimbing rohani juga kami rekrut 200 orang dari berbagai agama, tahun ini ada penambahan juga 200. Puskesmas tinggal lima kecamatan lagi yang belum 24 jam, sisanya sudah 24 jam yang bisa rawat inap. RPJMD selesai 2021, Insha Allah kami ikhtiar untuk menyelesaikan itu sesuai RPJMD,” paparnya.

Terkait harmonisasi dengan wakilnya yakni Pradi Supriatna, Idris mengungkapkan bahwa yang namanya hidup dalam keluarga saja pasti ada beda pendapat, hal itu merupakan suatu hal yang biasa.

“Ada hal-hal yang terkadang bisa beda pandangan dengan istri, itu harus duduk dan diselesaikan bersama. Begitu juga beda pandangan dengan anak, setiap anak ada permasalahannya sendiri, itu biasa. Begitu juga terkadang ada permasalahan dengan kepala dinas, itu hal yang biasa. Makanya kami lakukan rakor secara rutin untuk mensikronkan, apalagi dengan pasangan kita (wakil walikota,red) itu harus tetap harmonis, kalau tidak harmonis nanti bisa cerai dan bisa nambah angka perceraian, itu repot,” guraunya.

Dikatakannya, bahwa dirinya terus berupaya untuk saling mengerti. Namun begitu, tentunya ada permasalahan-permasalahan politik. Di mana, Pradi merupakan ketua partai yang memiliki target-target dari fraksinya.

“Kalau saya kan figure yang tidak ada beban di partai, paling tidak mendukung lah. Karena semua partai pengusung tentu akan kami bantu semampu kami untuk mensukseskan harapan dan cita-cita mereka. Jadi, masih harmonis,” paparnya.

Kedepankan Husnuzon dan Tabayun

Sementara itu Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku lebih mengutamakan husnuzon (baik sangka) dan tabayun (konfirmasi) ketika ada suatu persoalan anatara dirinya dengan pimpinannya.

“Tidak pernah saya berfikir macam-macam dalam menjalankan roda pemerintahan ini, bagaimana pun Pak Wali merupakan pimpinan saya. Tentu harus husnuzon dan bertabayun ketika ada suatu permasalahan,” tandasnya.

Selain itu ia juga terus membangun kesolidan, kekompakan dan membangun irama untuk menjalankan amanah tersebut. Tak hanya itu, ia juga mengajak peran serta masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama membangun Kota Depok.

Dirinya tidak menapikan, bahwa jika harus memuaskan seluruh masyarakat itu suatu hal yang mustahil. Namun begitu, ia dan Idris terus berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Depok.

“Orang berumah tangga saja pasti ada selisih pendapat, jangankan yang hanya satu bulan, bahkan yang lima tahun atau 10 tahun bahkan lebih dari itu pun pasti ada perbedaan, itu merupakan sunatullah. Namun dengan kearifan dan kedewasaan, itu tidak menjadi hambatan untuk kembali menyadari bahwa kami berdua diberikan amanah oleh masyarakat dan akan selesai pada waktunya,” ungkapnya.

Sampai saat ini, sambungnya, tidak ada hal-hal yang harus diperdebatkan terkait dengan kepemimpinan mereka berdua, baik dalam persoalan pribadi maupun tupoksi penugasannya.

“Ketika ada permasalahan tentu akan diselesaikan dan dicari solusinya, tujuannya tak lain untuk berkhidmat. Siapapun mereka harus dilayani baik yang memilihnya maupun yang tidak, mereka adalah warga kami,” terangnya.

Lebih lanjut Pradi mengungkapkan tidak mau ceroboh dan gegabah dalam mengambil suatu kebijakan yang itu jelas-jelas harus dilakukan oleh pimpinannya.

“Saya sangat menghormati dan taat kepada pimpinan saya, saya tidak mau mengambil suatu keputusan maupun kebijakan yang jelas-jelas itu merupakan tupoksi dari Pak Wali,” jelasnya.

Dua tahun pemerintahan Idris-Pradi boleh dikatakan berhasil dalam menciptakan iklim kerja pemerintahan yang baik dan kondusif serta berhasil menorehkan prestasi yang prestisius dengan diraihnya Piala Adipura beberapa bulan silam. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here