Timses Cagub Adu Ilmu

0
188
ist

Margonda | jurnaldepok.id
Jelang Pilgub Jabar yang tinggal menghitung bulan, para tim sukses (Timses) dari masing-masing pasangan calon mulai disibukkan dengan mencari massa. Bahkan tak jarang mereka menerapkan strategi bahkan mengadu kepintaran ilmu yang mereka miliki untuk memenangkan jagoannya.

Seperti halnya yang dilakukan Ketua Bidang Ekonomi Keuangan Teknologi dan Lingkungan Hidup DPW PKS Jawa Barat, HM Supariyono. Dirinya telah memiliki strategi kuhusus untuk memenangkan jagoannya Sudrajat-Syaikhu (Asyik).

“Kami sudah bangun infrastruktur dengan baik, siap tidak siap harus siap. Kader kami di Jawa Barat mencapai ratusan ribu, di Depok saja lebih dari 20 ribu, mereka sangat siap untuk memenangkan Asyik,” ujar Supariyono kepada Jurnal Depok, kemarin.



Ia menambahkan, pihaknya sudah menggelar rapat besar antar partai pendukung, begitu juga di daerah.

“Kami tidak mau persen-persenan yang penting menang dan Asyik. Mau lebih satu persen atau berapa pun yang penting menang,” paparnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat, Rudi Kadarisman. Ia bahkan telah memetakan kantung-kantung suara untuk memenangkan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM).

“Kami telah membentuk pengurus partai hingga cucu ranting atau setingkat RT. Kami dengan Pak Demiz sepakat momentum pilgub ini dijadikan untuk membentuk dan memperkokoh jaringan,” tandasnya.

Sehingga, kata dia, jaringan tersebut juga dapat digunakan untuk pemilu di 2019. Dikatakannya, pihaknya menargetkan kader Partai Demokrat se Kota Depok mencapai 8.024 dan saat ini telah mencapai 1.600 kader.

“Jika itu bisa terpenuhi sampai 3.200 saja, maka kami telah mencukupi satu orang saksi untuk satu TPS. Kami di tim pemenangan berupaya menempatkan satu orang per satu TPS. Maka untuk di 2019 nanti tinggal menambah 3.200 lagi, dengan begitu sudah 6.400 kader. Jika 6.400 itu membawa 10 orang saja, berarti kami telah memiliki suara 64.000,” paparnya.

Terkait dengan kantung suara dan basis massa pasangan 2DM, Rudi telah memetakan wilayah yang nantinya potensial menjadi lumbung suara di anataranya kota/kabupaten Bandung, Cirebon, Karawang, kota/kabupaten Bogor, Cianjur dan Depok.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto begitu yakin jika nantinya duet TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hsanah) akan mendulang kemenangan 40 persen suara se Jawa Barat.

“Kami memiliki 14 kabupaten/kota yang saat pileg 2014 lalu kami menangkan. Jika dibandingkan pada 2013 kami mengusung Rieke-Teten suara partai kami mencapai 2,3 juta dan finish di angka 4,8 juta, itu hanya selisih 600 ribu dari Aher yang saat itu menang di angka 5,4 juta. Namun di pileg lalu suara PDIP telah mencapai 4,3 juta,” kata Waras.

Jika diasumsikan suara naik 50 persen, kata dia, itu bisa mencapai 8 juta suara. Dengan kekuatan pasangan Hasanah yang berlatarbelakang jenderal dan Anton sebagai mantan kapolda dan berasal dari keluarga santri, dirinya optimistis mampu melampaui suara Rieke-Teten pada pilgub Jabar 2013 silam.

“Kami menargetkan 40 persen kemenangan di Jawa Barat, itu setara dengan 8-10 juta suara. Mesin partai sangat siap untuk memenangkannya, termasuk tim relawan di dalamnya juga sangat siap,” paparnya.

Terkait popularitas, Waras mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan memiliki pengalaman di setiap pilkada.

“Waktu Pak Jokowi melawan Fauzi Bowo kami start hanya enam persen, semantara Fauzi Bowo sudah 58 persen. Begitu juga ketika Ganjar melawan Bibit Waluyo juga sama, Ganjar tiga persen sementara Bibit sudah 40 sekian persen. Ketika Rieke-Teten, kami juga berangkat dari nol melawan Dede Yusuf dan Aher yang sudah tinggi, toh kami bisa finish dan hampir menang,” katanya.

Dengan kekuatan dua jenderal ini dirinya optimistis baik elektabilitas maupun popularitas jagoannya akan meningkat dalam lima bulan ke depan.

“Elektabilitas dan popularitas penting, namun itu bukan segala-galanya. Tunggu saja, siapa yang dihitung di TPS menang, sekarang yang dihitung di TPS,” ungkapnya. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here