Pedagang Tanaman Caplok Trotoar

0
101

Cinere | jurnaldepok.id
Sejumlah warga dan pengguna jalan mengaku sangat menyesalkan sikap pembiaran aparatur terhadap keberadaan sejumlah pedagang tanaman hias yang memadati areal trotor di Jln raya Jati timur Rt 04/03 Kelurahan Pangkalan Jati Kecamatan Cinere pasalnya keberadaan para pedagang tanaman hias dan sejumlah pedagang lainnya ditempat itu telah menyita hak para pejalan kaki dan jelas melanggar aturan.

Saat dikonfirmasi Jurnal Depok terkait hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pangkalan Jati Edi Martono mengatakan keberadaan para pedagang liar yang menempati badan trotoar mulai marak pada dua tahun belakangan dan hal itu kata dia disebabkan lantaran tidak ada teguran dari pengurus lingkungan terhadap para pedagang yang jelas jelas melanggar aturan.

“Trotoar ditengah jalan itu tadinya memang difungsikan untuk para pejalan kaki dan bisa juga dioptimalkan untuk sarana jogging track tapi setelah ditempati oleh para pedagang liar maka fasilitas bagi pejalan kaki itu tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, ” ujar Edi kepada Jurnal Depok kemarin.



Dia menambahkan untuk menertibkan para pedagang ilegal ditempat itu, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan pengurus lingkungan setempat namun jika upaya ini mengalami jalan buntu maka pihaknya akan menyerahkan permasalahan ini kepada instansi terkait pasalnya lanjut dia lahan yang ditempati masuk dalam area daerah milik jalan (Damija) sehingga Pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan atas pelanggaran dikawasan itu.

“Ya, trotoar itu masuk dalam areal Damija dan Pemerintah dalam hal ini Satpol PP punya kewajiban untuk menertibkan kawasan itu, ” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Jurnal Depok dilokasi, memperkirakan jumlah pedagang yang menempati kawasan jalan raya diperbatasan dengan wilayah Pondok Labu Jakarta Selatan itu kini sudah mencapai puluhan pedagang dan jika tidak segera ditertipkan maka tidak menutup kemungkinan seluruh permukaan trotoar dijalur itu akan dipenuhi oleh para pedagang. n Asti Ediawan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here