BEM UI Tolak Ajakan Jokowi

0
163
Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa (tengah) saat menggelar konfrensi pers beberapa hari lalu

Beji | jurnaldepok.id
Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) UI menolak ajakan Presiden Jokowi untuk mengunjungi warga Asmat, Papua yang saat ini mengalami gizi buruk. Ajakan tersebut ditolak dengan tegas oleh Ketua BEM UI Zaadit Taqwa.

“Akan kesana tapi pakai cara kami sendiri bukan menggunakan cara pemerintah,” ujarnya kemarin.

Ia menjelaskan jauh sebelum Presiden Jokowi mengajak mereka ke Asmat, hal tersebut sudah direncanakan pihaknya.



“Sebelum pak Jokowi mengajak, kami sudah merencanakan ke Asmat. Namun tidak menggunakan cara pemerintah, tapi cara mahasiswa. Saat ini kami jalin kerjasama dengan banyak pihak seperti lakukan penggalangan dana. Alhamdulillah kampus menyambut baik, insya Allah kita akan ketemu pihak kampus untuk merencanakan ke depan nya seperti apa,” paparnya.

Dirinya memaparkan sebenarnya bukan hanya kasus gizi buruk Asmat saja yang disoroti BEM UI, melainkan ada tuntutan lain yang disampaikan pihaknya ketika Presiden Jokowi hadir di acara Dies Natalis UI pada Jumat lalu.

“Yang perlu jadi catatan adalah masalah di Indonesia bukan hanya Asmat, masih banyak masalah-masalah lain. Antara lain pengangkatan Polri aktif sebagai Plt Gubernur Sumut dan Jabar, dan draft peraturan baru mengenai organisasi mahasiswa (Ormawa). Kami berharap pemerintah bisa menjelaskan lebih lanjut apa yang terjadi dengan dua kasus tersebut,” terangnya.

Ia pun menolak dengan tegas ajakan Presiden Jokowi ke Asmat. Menurutnya akan lebih naik jika dana yang disiapkan
pemerintah dialokasikan ke yang lain yang bisa digunakan membantu teman-teman di Asmat. Misalnya dengan mendatangkan relawan atau hal-hal lain.

“Tugas kami menjadi mitra kritis pemerintah untuk berada tetap di jalurnya. Kami akan berangkat ke Papua dengan menggunakan cara kami sendiri. Proses ajakan sendiri sampai sekarang belum ada komunikasi apa-apa, baru melalui media,” ucap Zaadit.

Dirinya mengungkapkan sejak kemarin pihaknya telah melakukan dana untuk membantu warga Asmat dengan membuka penggalangan dana.

“Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada Rp 31 juta. Kami buka penggalangan dana melalui kitabisa.com. Disitu siapa pun boleh menyumbang,” katanya.

Ia mengaku belum tahu secara detail berapa orang yang nanti akan berangkat ke Asmat.

“Belum tahu detail berapa orang yang akan berangkat kesana, saat ini kami lakukan komunikasi dengan banyak pihak,” tutur Zaadit.

Dalam kesempatan tersebut, ia menambahkan dua tuntutan yang dilontarkan ke Presiden Jokowi belum mendapat tanggapan.

“Belum ada tanggapan dari Pak Presiden. Dalam waktu dekat kami akan melakukan sesuatu terhadap isu tersebut. Kalau aksi berikutnya nanti akan liat seperti apa, apakah diperlukan aksi lagi atau tidak,” tandasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here