Pro Kontra Jalur Lambat

0
395

Margonda | jurnaldepok.id
Penerapan jalur lambat di Jalan Margonda diberlakukan kemarin. Jalur lambat yang berada di sebelah kiri jalan Margonda raya menuju Jakarta ke Depok, diperuntukkan bagi sepeda motor dan angkutan umum. Kebijakan itu dilakukan guna mengurai kemacetan yang selama ini menjadi permasalahan di Depok.

Namun pro kontra penerapan hal itu pun terlontar dari pengendara sepeda motor. Salah satunya Fachri. Warga Sawangan itu menilai penerapan jalur lambat yang diperuntukkan bagi sepeda motor dinilai tidak fair atau tidak adil.

“Saya nggak setuju dengan penerapan jalur lambat. Pengendara motor ditempatkan pada posisi yang sulit, yaitu bermacet-macetan dengan angkot-angkot ngetem. Belum lagi menjamurnya ojek online yang nunggu penumpang di jalur lambat yang dulu katanya buat jalur sepeda,” ujarnya, Kamis (1/2).



Seharusnya, lanjut Fachri pemerintah dan aparat kepolisian harusnya terlebih dahulu menertibkan angkutan kota yang kerap mengetem.

“Saya juga lihat tadi masih banyak mobil pribadi yang lewat jalur lambat. Selain itu kebjjakan sistem satu arah di Jalan Arif Rahman Hakim menurut saya juga nggak efektif karena masih banyak lawan arah dan rawan kecelakaan. Sebagai contih warga yang rumahnya di Jalan Kembang Beji sangat dibebankan karena harus memutar-mutar, padahal hanya ingin ke Polresta Depok,” paparnya.

Menurutnya jika pemerintah melakukan pelebaran jalan tidak perlu dilakukan pembagian jalur.

“Tidak usah ada pembatas jalan, angkot-angkot ngetem dan para driver ojek online ditertibkan. Kemudian harus ada petugas lalu-lintas di setiap titik agar para pelanggar tidak ngetem dan pengendara tidak lagi berjibaku dengan kemacetan kalau jalanan luas dan lancar,” tutupnya.

Senada dengan Fahri, salah satu warga Beji Chandra mengatakan penerapan jalur lambat juga dianggap kurang efek.

“Kalau menurut saya jalur lambat nanti malah bikin numpuk kendaraan. Bayangkan saja motor di pagi hari ditambah angkot yang berhenti sesukanya,” ucapnya.

Penerapan jalur lambat tersebut juga dikeluhkan banyak netizen di sosial media. Umumnya menurut mereka hal tersebut kurang efektif karena tidak berpengaruh mengatasi kemacetan.

“Harusnya kuota kendaraan yang dikurangi bukan jalan yang dibikin sempet dua jalur apalagi makin tahun makin bertambah pendatang dari luar Depok,” ucap akun @8_desember.

Namun ada pula yang mendukung salah satunya ditulis akun @pekap yang bertuliskan saya setuju sepeda motor di jalur kiri, mobil di sebelah kanan.

Mulai Kamis (1/2) penggunaan lajur lambat untuk angkutan kota dan sepeda motor di kawasan Jalan Margonda, Depok diterapkan.

Sosialisasi dan papan pengumuman sudah dipasang jauh-jauh hari. Namun sayangnya, masih banyak pengendara, baik sepeda motor dan angkutan kota yang memasuki jalur cepat, bukan masuk ke lajur lambat.nNur Komalasari


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here