Anggota DPR Tinjau Jembatan Curug

0
260
Anggota Komisi V DPR RI, Mahfudz Abdurrahman (kemeja putih) saat meninjau Jembatan Curug yang putus delapan tahun silam

Bojongsari | jurnaldepok.id
Anggota Komisi V DPR RI, Mahfudz Abdurrahman kemarin sore meninjau langsung kondisi jembatan Curug yang putus sejak 8 tahun silam. Jembatan yang berada di wilayah RW 07 Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari itu kondisinya semakin memprihatinkan.

“Kami dahulu pernah ke sini, tapi ternyata belum ada realisasi. Kami akan usahakan bangun jembatan gantung dalam jangka pendek ini. Program ini memang ada di PUPR, kebetulan kami mendapat dua titik namun alokasi untuk di Bekasi, kami tidak terpikir untuk di sini. Makanya kami minta ditambah satu lagi, mudah-mudahan kami upayakan masih bisa untuk jembatan Curug ini,” ujar Mahfudz kepada Jurnal Depok, Kamis (1/2).

Ia menambahakan, untuk membangun jembatan itu diakuinya tidak bisa parsial akan tetapi harus komperhensif dari hulu hingga hilir. Jembatan yang berada di atas Kali Angke itu dikatakannya perlu dilakukan pengerukan di hulu.



“Anggaran jembatan gantung yang kami dapat itu satunya Rp 3 miliar. Kami tidak janji namun kami akan usahakan agar biasa terealisasi dalam waktu dekat ini,” paparnya.

Mahfudz yang saat itu didampingi oleh Camat Bojongsari, H Usman Haliyana dan Ketua LPM Curug, Wardana serta tokoh masyarakat setempat merasa prihatin dengan kondisi jembatan yang sudah tahunan putus namun belum kunjung diperbaiki.

Camat Bojongsari, H Usman Haliyana menyambut positif rencana pembangunan jembatan Curug yang putus lantaran tergerus derasnya air Kali Angke 8 tahun silam.

“Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan dari DPR RI ini pembangunannya segera terwujud. Terlebih, sebelumnya pemerintah kota melalui Dinas PUPR juga telah melakukan peninjauan terhadap jembatan yang menghubungkan Depok-Gunung Sindur, Parung Bogor ini,” katanya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh LPM Kelurahan Curug, Wardana. Dalam kesempatan itu dirinya menyampaikan keluhan masyarakat khususnya pengguna jembatan sebagai akses penghubung dua wilayah.

“Jembatan ini sangat vital dan dibutuhkan oleh masyarakat, karena selain akses penghubung wilayah Depok-Bogor, jembatan ini merupakan akses utama bagi warga kami menuju pemakaman. Jika jembatan putus, warga harus memakamkan jenazah memaluai Jalan Raya Parung, sungguh itu sangat menyita waktu,” ungkapnya didampingi Ketua RW 07 Kelurahan Curug.

Turut mendampingi kegiatan itu Babinsa, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bojongsari serta RT/RW setempat. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here