Kasus First Travel Gantung

0
255
Sufari

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Hingga saat ini kasus First Travel masih menggantung di Kejaksaan Negeri Depok. Kasusnya belum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Depok lantaran masih dilakukan penyempurnaan.

“Dalam waktu dekat akan dilimpahkan. Sekarang masih penyempurnaan surat dakwaan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari, Rabu (31/1).

Seperti diketahui bahwa korban dari agen umrah murah ini mencapai puluhan ribu jemaah. Sedangkan dari Mabes Polri, sudah dilakukan pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Depok sejak beberapa waktu lalu. Ketiga tersangka pun dititipkan di Rumah Tahanan Kelas IIB Depok.



Penahanan atas ketiganya sudah dilakukan penambahan.

“Sekali penambahan. Dan 20 hari kedepan sudah habis,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan penyempurnaan dakwaan dilakukan agar pada tahap penuntutan nanti bisa dilakukan secara maksimal.

“Apa yang menjadi fakta terbukti dengan baik. Artinya penyidik dan JPU bisa berhasil,” paparnya.

 

Dirinya menambahkan terkait barang bukti sudah dinyatakan cukup. Termasuk juga keterangan saksi pun sudah cukup. “Tinggal pelimpahan saja,” ucapnya.

 

Mengenai aset, Sufari menegaskan, untuk barang bergerak sudah disita pihaknya. Sedangkan yang tidak bergerak masih berada di tempatnya.

“Tapi dalam pengawasan bahwa tanah dan bangunan disita,” tandasnya.

Sebelumnya Bareskrim Polri melimpahkan berkas dan kasus Penipuan Biro Haji dan Umroh First Travel kepada Kejaksaan Negeri Kota Depok, tanggal 7 Desember 2017.

Kuasa hukum tersangka kasus First Travel, Rusdianto Matulatuwa mengatakan pelimpahan berkas dan tersangka ini merupakan suatu proses dari bagian perkara yang harus dijalankan kliennya. Menurut dia, proses penyidikan dan penyelidikan pihak kepolisian dianggap sudah selesai sehingga berkas dinyatakan sudah lengkap.

“Pihak kejaksaan tentunya berkepentingan untuk menghadirkan tersangka di kejaksaan untuk dilakukan tahap kedua,” jelasnya.

Ia menambahkan proses tahap kedua itu, suatu mekanisme hukum acara terjadinya pelimpahan tanggung jawab dari pihak kepolisian ke pihak kejaksaan.nNur Komalasari


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here