Door..Maling Motor Mati

0
195

Cimanggis | jurnaldepok.id
Baku tembak terjadi antara anggota unit buser Polsek Cimanggis dengan salah satu pelaku ranmor di Jalan Swadaya Kelurahan Mekarsari Kecamatan Cimanggis. Aksi baku tembak tak terelakkan ketika sang polisi memergoki pencuri yang sedang beraksi. Dalam aksi itu, pelaku tewas setelah terkena peluru sedangkan anggota Polisi yang diketahui bernama Aipda Dwi terkena peluru dan mendapat luka di lengan kiri.

Peristiwa bermula ketika Aipda Dwi Susanto melihat dua pria yang gerak geriknya mencurigakan. Kedua pria mencurigakan itu berboncengan pakai motor.

“Anggota kami yang melakukan pengintaian kemudian ditembak oleh pelaku dan terjadilah aksi saling tembak di lokasi kejadian,” kata Kapolresta Depok, Kombes Pol Herry Heryawan, Senin (30/10).



Ia menambahkan setelah baku tembak, pelaku terkapar. Dua peluru menancap di dada pelaku. Polisi terpaksa melepaskan tembakan karena sebelumnya pelaku menyerang polisi. Akibatnya, Aipda Dwi terkena peluru di tangan.

“Pelaku diduga pencuri motor,” tambahnya.

Dalam jasad pelaku, polisi menemukan satu pucuk pistol dan kunci letter T. Peristiwa ini pun menjadi perhatian warga sekitar. “Ada beberapa barang bukti yang kami amankan termasuk pistol yang digunakan pelaku,” terangnya.

Polisi masih mengejar pelaku lainnya. Sedangkan Aipda Dwi tengah menjalani perawatan di RS Polri. “Pelaku ini sudah tiga bulan kami kejar. Kasusnya akan terus kami dalami,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu warga Rizal mengungkapkan kejadian tersebut sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika itu dirinya sedang berada di dalam rumah. Ia sontak lantaran mendengar suara tembakan dari luar.

“Saya dengar dua kali tembakan. Awalnya nggak berani keluar, kemudian ada polisi yang tangan nya berdarah datang ke rumah saya. Dia minta tangan nya diobati,” ungkapnya.

Ketika itu, lanjut Rizal, polisi tersebut tidak menjelaskan peristiwa apa yang sedang terjadi. “Dia nggak ngomong apa-apa. Cuma bilang tolong diperban dan tangan nya diikat pake kain baju bekas. Sendal nya juga sampe berdarah. Dia bilang kalo dari Polsek Cimanggis,” terangnya.

Ia mengatakan usai dirinya membalut luka polisi, tak berapa lama teman Aipda Dwi datang menjemput. “Sendal jepit yang berlumuran darah tertinggal di rumah saya,” katanya.

Dirinya mengungkapkan jika di wilayah tempat tinggal nya sering terjadi pencurian ranmor. “Belum lama ini ada yang kemalingan motor. Daerah ini memang rawan ranmor karena masih sepi,” tutupnya.

Warga lain yakni Jundi mengungkapkan jika tepat di depan rumahnya, pelaku terkapar. Awalnya dirinya mengira ada sepeda motor yang jatuh.

“Bunyi nya kayak motor jatuh tapi saya lihat ternyata bukan. Ada orang yang saya kira epilepsi karena kejang-kejang. Nggak lama dia jatuh, ambruk di depan rumah,” tuturnya.

Dia mengatakan jika pelaku sudah dalam kondisi penuh darah. Ia melihat ada luka tembak di bagian dada depan.

“Kalau dilihat dari mukanya saya nggak kenal. Sepertinya bukan orang sini. Saya juga baru sebulan tinggal disini,” ucapnya.

Setelah pelaku terkapar dan tak bergerak, warga tidak ada yang berani mendekat. “Nggak ada yang berani pegang, sampai akhirnya ada polisi yang datang. Pistol pelaku juga terlihat gak jauh dari dia jatuh. Saya sih nggak denger ada suara tembakan,” tukasnya.

Kanit Reskrim Polsek Cimanggis AKP Ersada Sitepu mengatakan jika awalnya pelaku beraksi di minimarket Superindo Radar Auri namun gagal lantaran satpam nya curiga gerak geriknya.

“Satpam itu lapor ke anggota saya. Dia kejar sampe ke Jalan Swadaya Mekarsari Cimanggis Depok. Ada sekitar 3 KM jaraknya. Anggota masih mengintai, ternyata ditengah perjalanan pelaku mengincar sepeda motor Honda Beat yang terparkir di dekat tempat rongsokan.

“Ketika pelaku mau beraksi, polisi memergokinya. Melihat ada polisi, pelaku keluarkan tembakan sampai empat kali kemudian dibalas polisi hingga dua kali tembakan. Keduanya sama-sama terkena tembakan. Pelaku yang tertembak terus masuk ke arah perkampungan dan terkapar di depan rumah warga. Sedangkan pelaku lain nya kabur,” pungkasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here