Pemeran Video Mesum Diketahui

0
373

Margonda | jurnaldepok.id
Polresta Depok melakukan tindakan terkait beredarnya video mesum yang diduga dilakukan oknum mahasiwi sebuah perguruan tinggi negeri terkenal di Depok. Polisi sudah mengantongi sejumlah data yang akan dilakukan penyelidikan lebih intensif.

Kepala Unit Reserse Kriminal Khusus Polresta Depok, AKP Firdaus bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok mendatangi Gedung Rektorat Universitas Indonesia. Polisi berada selama satu jam dalam lingkungan kampus. Mereka keluar dengan membawa sebuah berkas yang dibalut map.

AKP Firdaus mengatakan, kedatangannya ke kampus UI bagian dari proses penyelidikan atas kasus beredarnya video porno yang dalam judul video dituding diperankan oleh mahasiswi UI berinisial HA bersama seorang pria sebayanya.



“Penyidik Polresta Depok berkoordinasi dengan pihak UI mencari kebenaran dalam video tersebut. Kami meminta data, baik data akademiki maupun data pribadi dari salah satu nama yang disebutkan dalam judul video viral itu,” ujarnya.

Saat ini hanya data pemeran wanita dalam video tersebut yang dikantongi. Pihaknya akan memeriksa saksi lainnya untuk pengembangan. Bahkan pihaknya akan memeriksa pemeran wanita dalam video yang menuding mahasiswi UI sebagai pemerannya itu.

“Kami sudah berkoordinasi, dari pihak UI menyebutkan bahwa nama dan foto yang viral mirip dengan salah satu mahasiswi yang lulus pada 2017. Kemudian kami minta datanya, baik akademik maupun pribadi. Selanjutnya melakukan pemanggilan atau pemeriksaan terhadap yang bersangkutan apakah betul dalam video tersebut dirinya. Termasuk memeriksa saksi lain,” tandasnya.

Menurutnya, data pribadi dan akademik HA merupakan titik awal polisi untuk proses penyelidikan dan pemeriksaan. Pihaknya juga akan mencari identitas pemeran pria HA.

Pihaknya mengimbau kepada netizen untuk tidak lagi menyebarkan video tersebut dan menghapusnya. Polresta Depok akan mengejar penyebar pertama video itu. Dikatakan, netizen yang tetap menyebarkan, bisa dikenakan pasal berlapis yakni UU ITE dan UU Pornografi dengan hukuman 6 hingga 12 tahun penjara.

“Terkait adanya penyebaran dan pembuatan video mesum ini bisa dikenakan, pasal 45 junto pasal 27 UU ITE maupun pasal 29 junto pasal 4 UU Pornografi. Ancamannya maksimal 6 sampai 12 tahun. Makanya kami minta jangan disebar lagi, bagi yang mempunyai videonya hapus,” terangnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan, penyidik akan segera mendatangkan sejumlah ahli guna mencocokan wajah dan tubuh wanita eks mahasiswi UI yang diduga berperan dalam video mesum yang viral belakangan ini.

Kehadiran ahi sebagai langkah penyelidikan untuk mengusut kasus yang membuat heboh netizen serta meresahkan masyarakat itu.

“Selain Ahli IT, kami akan datangkan Ahli Antropometri. Ahli tersebut merupakan yang kompeten dibidang pengukuran tubuh manusia yang nantinya dicocokan melalui video yang beredar serta fakta yang ada,” katanya.

Dalam video mesum yang menyebutkan salah satu nama dan kampus itu pihaknya terus mendalami dan mencari keberadaan wanita berinisial HA itu.

“Kami telah melakukan penyelidikan. Pertama terkait screenshoot, perempuan pemilik akun yang tersebar bersamaan dengan video itu memang merupakan alumni UI. Namun demikian, kami belum bisa menyimpulkan apakah sama dengan yang ada dalam video itu,” terangnya.

Saat ini, polisi masih terus mencari keberadaan wanita berinisial HA karena merupakan saksi kunci dalam pengungkapan kasus ini. “Data pribadi dan data akademik sudah didapat. Tim berusaha mencari keberadaannya untuk dimintai keterangan,” tandasnya.

Sebelummya, staf Kantor Humas dan KIP UI, Egia Tarigan menyatakan bahwa nama mahasiswi yang beredar dalam judul video viral itu memang ada dalam data kampus. Namun, nama yang dimaksud merupakan lulusan UI.

“Setelah melakukan pengecekan maka dapat kami sampaikan bahwa nama yang dikaitkan selaku pemeran dalam video tersebut adalah lulusan UI dan sudah tidak lagi menjadi mahasiswa UI sebagaimana tercantum di berbagai judul video,” katanya.

Ia menambahkan, segala akibat yang dihasilkan dari beredarnya video tersebut bukan menjadi tanggung jawab pihak kampus. “Maka akan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here