Mahasiswi UI Hilang

0
262

Beji | Jjurnaldepok.id
Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dikabarkan menghilang. Berita itu viral di kalangan kampus sejak Senin (23/10). Dari informasi yang berkembang, Vivi diketahui terlihat terakhir kali pada Senin (2/10) di sekitaran Kukusan Tehnik (Kutek) UI.

Vivi diketahui menghilang Jumat (29/9). Orang tuanya tidak dapat menghubungi Vivi yang kini sedang mengenyam pendidikan semester tiga jurusan Kesehatan Masyarakat. Orang tua Vivi sudah melaporkan ke Polresta Depok.

“Iya benar ada laporan tersebut. Pada hari Jumat (29/9) sekira pukul 20.36 WIB telah terjadi orang hilang. Yang bernama Lutviah Sari,” kata Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Sutrisno.



Dikatakan bahwa yang melapor adalah Daeng. Dia melapor ke Polresta Depok pada Senin (23/10) sekitar pukul 14.45 WIB.

Dari keterangan pihak kampus membenarkan adanya berita kehilangan tersebut. Orang tua Vivi juga sudah mendatangi kampus untuk meminta bantuan untuk mengetahui keberadaan Vivi.

“Kalau dari keterangan pihak keluarga dikabarkan menghilang,” kata Staf Humas dan KIP UI, Eggia Etha Tarigan.

Pihaknya mengetahui kabar itu setelah keluarga memberitahu pada kampus. Keluarga juga meminta bantuan pada teman-teman Vivi untuk mengetahui keberadaan Vivi. “Orang tua sudah meminta teman Vivi untuk mencarinya,” ungkapnya.

Sementara itu dari informasi teman-teman di lingkungan kampus Vivi menyebutkan bahwa mahasiswi asal Madura Jawa Timur itu aktif dalam kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM. Dia menjadi bendahara di salah satu departemen yaitu Pendidikan dan Kebudayaan.

Hilangnya Vivi diduga terkait dengan keuangan. Disebutkan bahwa beberapa waktu lalu Vivi kehilangan uang jutaan rupiah yang merupakan uang organisasi. Dia sudah susah payah untuk bertanggungjawab mengganti uang tersebut.

“Dia sudah jual ponsel dan laptopnya dan kembalikan Rp 3 juta. Tapi masih ada sisa Rp 5,1 juta,” kata Wakil Ketua BEM Ikatan Mahasiswa (IM) FKM UI, Restu Bagus Rianto.

Dari pihak BEM sendiri sudah tidak mempermasalahkan persoalan uang itu. Namun diduga Vivi memiliki beban moral sehingga dia memutuskan untuk pergi tanpa pesan.

“Vivi pergi menjauh karena beberapa hal, salah satunya kondisi keuangan,” terangnya.

Kondisi itu diketahui umum setelah Vivi menuliskan surat dan uang Rp 3juta yang dititipkan pada salah satu teman di Departemen P&K. Restu sendiri mengaku sudah lama tidak berkomunikasi dengan Vivi.

“Terakhir komunikasi sekedar menanyakan progres dari departemennya,” paparnya.

Menurutnya, saat itu Vivi membawa uang karena memang harus membayar segala keperluan terkait program di departemennya. Namun uang yang dibawanya hilang. Vivi sendiri merasa terpukul atas peristiwa itu.

“Dia bertanggungjawab mengembalikan Rp 3juta dengan menjual ponsel dan laptopnya. Namun karena masih kurang dia merasa ada beban moral,” ungkapnya.

Soal latar belakangn keluarga, Vivi dikabarkan berasal dari keluarga kurang mampu. Dia adalah salah satu penerima Beasiswa Bidik Misi. “Orangtuanya buruh serabutan,” terangnya

Pihak BEM FKM sendiri mengaku sudah membentuk Tim guna mencari keberadaan Vivi. Tim itu pun sudah berupaya mencari Vivi di tempat kosan nya di daerah Gang Kober, Beji namun hasilnya nihil.

“Sebenarnya untuk masalah uang yang belum dia kembalikan kami sudah ikhlaskan. Kami tidak menuntut dia, yang penting saat ini keberadaan nya jelas dan bisa kembali masuk kuliah,” tandasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here