Wow…Ongol-ongol Panjangnya 15m

0
298
Walikota Depok saat melihat secara langsung ongol-ongol terpanjang di Kota Depok yang dibuat oleh warga RT 04 untuk memeriahkan acara Karnaval Budaya Yaliju

Sawangan | jurnaldepok.id
Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan santunan yatim yang diselenggarakan Yayasan Lima Belas Juli (Yaliju) Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, berlangsung meriah.

Aneka kreasi berupa hasil karya warga ditampilkan dalam acara tersebut. Ada yang berupa kereta kencana, replika ikan mas super besar, kerbau, mobil F1, masjid hingga yang menarik perhatian makanan khas Betawi berupa ongol-ongol yang panjangnya mencapai 15 meter.

“Ongol-ongol ini panjangnya 15 meter, lebar 60cm dan tinggi 10cm. Ini dikerjakan oleh kurang lebih 30 orang warga kami,” ujar Firmansyah, Ketua RT 04/11 Kelurahan Sawangan, Minggu (15/10).



Ia menambahkan, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat ongol-ongol terpanjang tersebut di antaranya gula merah 80kg, gula putih 30kg, sagu aren 118kg, dan 150 buah kelapa.

“Bikinnya dari ba’da Ashar hingga jam 2 pagi. Bahan-bahannya semua dari warga, ada yang nyumbang sagu 3kg, kelapa 5 buah, intinya hasil swadaya masyarakat,” paparnya.

Dibutuhkan tenaga kurang lebih 30 orang untuk mengarak ongol-ongol tersebut dalam kegiatan karnaval. Pasalnya, bobot makanan khas itu mencapai kurang lebih 500kg.

Jerih payah warga lingkungan RT 04/11 itu akhirnya berbuah manis. Di mana, ongol-ongol terpanjang yang menarik ribuan pasang mata menjadi juara pertama dan berhak mendapatkan piala bergilir Walikota Depok.

Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris yang melepas langsung acara Karnaval Budaya di Perumahan Vila Rizki Ilhami 2 itu turut mengomentari makanan khas Betawi berupa ongol-ongol.

“Ini makanan khas Betawi Depok yang memang sudah dilupakan oleh generasi saat ini, makanya harus diperkenalkan kembali. Dari sisi kesehatan relatif lebih sehat dari pada Humburger atau makanan cepat saji lainnya,” ungkap Idris.

Idris mengakui, jika belum terbiasa memakan ongol-ongol mungkin akan terasa berbeda. Namun, kata dia, dari sisi harga lebih ekonomis, lebih higenis dan lebih membudaya. Idris juga menyambut positif kegiatan Karnaval Budaya tersebut.

“Ini salah satu variasi untuk melepas kejenuhan di tengah aktivitas sehari-hari kita, ini kegiatan untuk menggairahkan semangat warga,” jelasnya.

Ketua Yayasan Lima Belas Juli (Yaliju), Mustopa Dwi Putra mengatakan bahwa kegiatan Karnaval Budaya merupakan agenda tahunan yang sudah tujuh tahun belakangan digelar. Hal itu dilakukan tak lain untuk menyemarakan santunan yatim, menumbuhkan jiwa sosial dan membangun kebersamaan serta kekompakan di tengah-tengah masyarakat.

“Kami berterimakasih kepada seluruh warga yang telah berpartisiapasi dalam kegiatan ini, terlebih kepada para ketua lingkungan yang telah menghimpun dana serta para donatur yang telah menyumbangkan rizki mereka untuk para yatim,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, sedikitnya 113 yatim yang berasal dari RW 01, 02, 07 dan RW 11 Kelurahan Sawangan disantuni. Selain mendapatkan uang saku, mereka juga mendapatkan bingkisan. Hadir dalam kesempatan itu Danramil, Kapolsek, Camat, Manager Vila Rizki Ilhami 2 dan para lurah. n Rahmat Tarmuji

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here