Tukar Sampah Dengan Kopi

0
136

Sumber:depok.go.id
Sekilas warung yang dikelola Arif Basuki dan Artikah tidak beda dengan warung pada umumnya. Namun ternyata, warung yang berada di RW 04, Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, ini cukup unik dalam operasionalisasinya. Di sini warga bisa memperoleh kebutuhan rumah tangga dengan hanya membarter atau menukarkan sampahnya.

Arif bercerita, Warung Tukar Sampah ini dibuka berawal dari kepeduliannya untuk menjaga lingkungan dan kebersihan wilayah tempat tinggalnya. Arif pun mengajak tetangganya untuk mengumpulkan sampah yang bernilai ekonomis. Kemudian sampah yang dikumpulkan akan dicatat dan ditimbang kemudian ditulis dalam buku tabungan masing-masing warga.

“Awalnya memang seperti itu, namun lambat laun ada permintaan bagaimana sampah yang sudah ditukar bisa langsung ditukar dengan barang kebutuhan rumah tangga. Sehingga kalau sekarang warga yang menukar sampah bisa mendapatkan kebutuhan rumah tangga,” ujar Arif Basuki, usai peresmian Warung Tukar Sampah, kemarin.



Arif mengatakan di antara sampah yang bernilai ekonomis di antaranya yakni kardus, besi, koran, duplek, kaleng, ember, botol dan sebagainya bisa ditukar dengan kebutuhan rumah tangga semisal kecap, teh, kopi, sabun, odol, minyak goreng, dan barang lainnya.

“Warga yang menukar sampah sebenarnya dibebaskan mau ditukar barang kebutuhan rumah tangga atau ditabung. Tapi, ada juga yang ditukar barang kebutuhan dan kalau masih ada sisanya bisa ditabung dan ditulis di buku tabungan,” ucapnya.

Untuk metode pengumpulannya, jelasnya, warga bisa datang langsung ke Warung Tukar Sampah. Namun jika menginginkan sampahnya dijemput, pihaknya juga menyiapkan gerobak sampah untuk datang mengambil sampah yang sudah disiapkan.

“Mudah-mudahan upaya kami ini bisa memberi kontribusi bagi terpeliharanya kebersihan di sini, dan secara umum bisa menjadikan Depok sebagai Zero Waste City,” tandasnya.

Inisiatif warga RW 04, Kelurahan Bojongsari Baru, yang telah berhasil mendirikan Warung Tukar Sampah mendapat apresiasi dari Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida. Ia berharap inovasi ini diikuti wilayah lainnya sehingga Piala Adipura yang tahun ini diraih Kota Depok tetap bisa dipertahankan.

“Inovasi seperti ini sangat luar biasa, beranjak dari kepedulian masyarakat dalam mempertahankan Piala Adipura dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Saya sangat apresiasi sekali,” ujar Elly Farida, usai meresmikan Warung Tukar Sampah, Kelurahan Bojongsari Baru.

Dirinya berharap, keberadaan Warung Tukar Sampah yang sudah ada di Bojongsari Baru ini bisa menular ke wilayah-wilayah lain di Kota Depok. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya, serta Kota Depok sendiri mendapat dampak positifnya sebagai suatu langkah dalam mengurangi sampah.

“Geliat aktivis sampah di Kota Depok ini terus bergulir, terlebih adanya Warung Tukar Sampah ini. Tentunya kita harus dukung agar warung ini semakin maju,” katanya.

Sementara itu Camat Bojongsari, Usman Haliyana, menyebutkan Kecamatan Bojongsari menjadi salah satu wilayah yang cukup banyak memiliki bank sampah. Tercatat dari 7 kelurahan, Kecamatan Bojongsari sudah miliki 46 bank sampah.

“Keberadaan bank sampah juga menjadi penilaian penting. Alhamdulillah, bank sampah di Bojongsari sudah ada di seluruh kelurahan se-Kecamatan Bojongsari, termasuk inovasi menarik Warung Tukar Sampah ini,” terang Usman.

Dia berharap Warung Tukar Sampah ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Selain bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, juga bisa mereduksi sampah yang ada di Bojongsari Baru,” tutupnya. n

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here