180 Ribu Peserta BPJS Dibiayai APBD

0
174

Margonda | jurnaldepok.id
Sebanyak 180 ribu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Depok kini dibiayai oleh Pemerintah Kota Depok dalam iurannya. Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala BPJS Cabang Kota Depok, Maya Febriyanti Purwandari.

“Pemkot Depok sudah menjaminkan sekitar 180 ribu orang untuk dibiayai PBI APBD. Namun yang baru dibiayai melalui PBI APBD itu baru sekitar 140 ribu, jadi masih ada sekitar 40 ribu,” ujar Maya kepada wartawan, Rabu (11/10).

Ia mengatakan, semakin kelamaan jumlah tersebut semakin menurun dikarenakan banyak orang yang tadinya dicover oleh APBD atau orang tidak mampu ternyata sudah bekerja. Sehingga, kata dia, hal itu dimutasi menjadi badan usaha.



“Akhirnya hal itu hilang. Untuk verifikasinya melalui Dinkes dan Dinsos. Kami berharap setelah disahkannya SKD ada peningkatan jumlah yang dijaminkan, dari yang tadinya 180 ribu menjadi 300 ribu atau setengah dari total 600 ribu orang yang belum memiliki jaminan dapat dijamin oleh pemkot,” paparnya.

Dirinya berharap, optimalisasi dan peningkatan kuota dikarenakan dari 180 ribu ada sekitar 90 ribu yang menunggak, atau benar-benar orang yang tidak mampu dapat dijamin oleh pemerintah kota.

“Pada prinsipnya kami menginginkan semua orang yang KTP Depok itu selama ia kelas tiga bisa dibayarkan oleh APBD dan dipastikan ia orang tidak mampu,” katanya.

Adapun dana yang dicover untuk 180 peserta BPJS kelas tiga mencapai Rp 4,1 miliar. Namun demikian, bahwa mereka yang dicover oleh APBD khusus bagi mereka yang menjalani perawatan di setiap rumah sakit di wilayah Depok saja.

Dijelaskannya, khusus untuk di Depok, BPJS Cabang Depok mengeluarkan biaya Rp 700 miliar untuk biaya pelayanan kesehatan.

“Sementara yang menunggak sekitar Rp 90 miliar, mereka terdiri dari kelas 1, 2 dan kelas 3, kebanyakan kelas tiga,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here