Imunisasi MR Diperpanjang

0
128

Margonda | jurnaldepok.id
Pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) bagi anak anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Kota Depok telah mencapai target Nasional yaitu sebanyak 95,6 persen.

Namun begitu, Dinas Kesehatan Kota Depok memperpanjang pelaksanaan imunisasi vaksin MR hingga 14 Oktober 2017 mendatang agar semua anak di Kota Depok mendapatkan vaksin imunisasi MR.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Depok, Yuliaindi kepada wartawan mengatakan berdasarkan Surat Nomor : SR. 01.01/II/2406/2017 terdapat perpanjangan waktu pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR sampai tanggal 14 Oktober mendatang yang semula dilaksanakan sejak 1 Agustus hingga 30 September 2017.



“Kami berharap capaian target dapat bertambah dengan adanya perpanjangan waktu pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR,” ujarnya, kemarin.

Capaian tersebut berdasarkan data jumlah penduduk dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok serta sasaran anak dari data Puskesmas.

Ia menambahkan, sesuai dengan data Disdukcapil dan target Puskesmas sudah melebihi target nasional sebanyak 95 persen dan target Provinsi Jawa Barat 92,46 persen. Dia mengatakan capaian yang didapat berdasarkan data yang berasal dari Disdukcapil Kota Depok dengan data Pusdatin Kementrian Kesehatan Republik Indonesia berbeda.

Jumlah penduduk Kota Depok tahun 2017 berdasarkan data Disdukcapil Kota Depok sebanyak 1.809.120 jiwa dengan sasaran anak usia 9 bulan hingga 15 tahun sebanyak 454.139.
Dari data tersebut, dengan cakupan sementara kampanye imunisasi MR per tanggal 30 September 2017 sebanyak 434.191 anak dengan persentase mencapai 95,6 persen.

Sementara itu, jumlah penduduk Kota Depok berdasarkan data Pusdatin Kemenkes RI, sebanyak 2.254.513 jiwa dengan sasaran anak usia 9 hingga 15 tahun sebanyak 536.226 anak.
Dari data tersebut, dengan cakupan yang sama yaitu 434.191 anak maka persentase yang didapat yaitu 81 persen.

“Perbedaan jumlah sasaran dari data Pusdatin dan Disdukcapil kami lihat terdapat selisih sekitar 14-15 persen atau hampir mencapai angka 100 ribu anak,”katanya.

Sebelumnya Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dari 27 kabupaten/kota yang melakukan imunisasi MR, hanya empat daerah yang melampaui target nasional 95% yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Sumedang.

Sisanya, belum mencapai target. Malah ada yang jauh dari target (di bawah 85%) yaitu Kabupaten Sukabumi (74,47%), Kota Depok (80,88%), Kota Bekasi (82,67%), dan Kabupaten Bandung Barat (83,23%).

Di wilayah lain, Kota Cilegon dinilai sudah mencapai 95 persen dalam melaksanakan imunisasi vaksin MR di wilayahnyam

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Niniek Harsini mengatakan pencapaian ini adalah hasil kerja keras semua pihak yang terlibat.
Dalam kegiatan Imunisasi MR ini, Dinkes Kota Cilegon melibatkan organisasi profesi kesehatan.

Seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk pemberian imunisasi.
Sedangkan untuk sosialisasi, melibatkan beberapa unsur seperti Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Kemenag, Kepolisian, ABRI, Camat dan Lurah hingga kader PKK.

Sinergisitas diakui Niniek adalah kiat sukses Kota Cilegon dalam Imunisasi MR. Karena bila tidak melibatkan vertikal maka sosialisasi akan dirasa kurang.
Dibutuhkan penyuluhan langsung ke lapangan, agar masyarakat mengetahui dampak bila tidak imunisasi MR.

“Anggaran kami sudah dari Tahun 2016, bergerak sosialisasi dari Maret sampai Agustus 2017. Karena itu masyarakat sudah tahu informasinya sejak lama,” jelasnya.

Dengan capaian 113,803 anak dari jumlah sasaran sebesar 112.095 anak yang ada di Kota Cilegon. n Nur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here