Tim Labfor Olah TKP

0
170

Cinere | jurnaldepok.id
Dalam upaya menyelidiki kasus penyebab kebakaran yang terjadi di Apartemen Cinere Belleveu, di Kecamatan Cinere anggota Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri bekerjasama Inafis Polresta Depok melakukan olah TKP di lokasi, Senin (9/10).

Kapolsek Limo AKP Muhamad Iskandar mengatakan pihaknya bersama anggota Inafis Polresta Depok telah berada di lokasi kejadian.
Petugas Inafis dipimpin Kanit Identifikasi Polresta Depok AKP Heri Setiawan di dan masih tim dari Puslabfor Mabes Polri

Proses penyelidikan dengan menurunkan Tim Puslabfor dan Inafis ini, lanjut AKP Iskandar, untuk mengetahui penyebab kebakaran disengaja atau tidak.



“Pemeriksaan langsung oleh ahlinya ini yaitu Puslabfor adalah memastikan apa ada kelalaian atau tidak. Jika memang ada unsur kelalaian maka akan kita proses sesuai hukum berlaku,”katanya.

Aparat Kepolisian Polresta Depok melakukan penyelidikan terhadap kejadian kebakaran yang melanda di apartemen Cinere Bellevue pada Rabu hingga Kamis (4-5/10) lalu.

Wakapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Polisi Faizal Ramadhani kepada sejumlah awak media saat mendatangi tempat kejadian perkara diduga ada kelalaian dari pihak manajemen.

“Temuan sementara kami saat ini adalah sistem keamanan maupun keselamatan tidak berjalan secara maksimal. Seperti hidrant yang tidak ada air. Kami akan selidiki unsur kelalaian keselamatannya,” katanya.

Pihaknya bersama tim dari Puslabfor Mabes Polri akan bekerja sama melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran ini.

“Info awal karena genset, tapi nanti akan kami dalami”katanya.

Beberapa saksi juga sudah diperiksa termasuk pihak pengelola juga diperiksa untuk melengkapi penyidikan terhadap kasus kebakaran ini.

“Iya kami sudah koordinasi dengan Puslabfor. Ini kami masih melakukan penyisiran titik api karena masih cukup rawan,” kata Kanit Reskrim Polsek Limo, Ajun Komisaris Polisi Wasgiono kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis, (5/10).

Wasgiono mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, berikut melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, petugas menemukan ada hidrant yang tak berfungsi.

“Isinya tanah, tak berfungsi. Itu makanya saya police line. Kalau alarm bunyi, hanya saja hidrantnya yang tak berfungsi. Salah satunya yang di belakang gedung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wasgiono mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. “Korban jiwa tidak ada tapi ada sembilan orang yang sebelumnya terjebak harus menjalani perawatan medis,” katanya. n Nur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here