Kemnaker Libatkan Ratusan Pelajar

0
245

Margonda | jurnaldepok.id
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri berbicara soal pentingnya pemahaman terkait hubungan industrial antara dunia kerja dan karyawan. Bukan hanya pekerja, namun hubungan industrial juga penting diketahui oleh generasi muda dimulai sejak usia sekolah.

Menurut Hanif, masalah hubungan industrial di dunia pendidikan penting untuk disampaikan guna membekali siswa terutama mereka yang akan masuk ke dunia pendidikan tinggi atau melanjutkan pekerjaan. Sehingga para siswa tak kaget ketika masuk ke dunia kerja dan berhadapan dengan hubungan industrial semacam kontrak kerja hingga aturan perusahaan lainnya.

“Apalagi untuk kelas 3 SMK itu penting sekali diberi pemahaman hubungan industrial. Penting bagi mereka saat masuk ke pasar kerja. Sudah tahu hak dan kewajibannya,” papar Hanif dalam sosialisasi “Pemahaman Hubungan Industrial Bagi Dunia Pendidikan” bagi 77 SMA/SMK di Hotel Bumi Wiyata Depok, Selasa (9/10).



Hanif menegaskan lulusan vokasi dan SMK memiliki peluang yang baik untuk terjun ke dunia kerja. Meski banyak pula permasalahan ketidakcocokan atau missed match antara kebutuhan tenaga kerja dan keinginan perusahaan.

“Atasi gap itu tentu dengan peningkatan kompetensi. Akses dan mutu pelatihan kerja. BLK lembaga swasta. Pemagangan berbasis jabatan. Dan lainnya,” ungkap Hanif.

Hanif juga meminta generasi muda untuk terus berinovasi dan memgembangkan diri agar tak tergilas dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Era digital membuat berbagai revolusi di dunia kerja begitu signifikan dan bisa berdampak pada efisiensi karyawan.

“Coba bayangkan anak muda itu harus berpikir jangan di dalam kotak tetai harus out of the box. Lihat Uber, itu perusahaan taksi terbesar di dunia yang tak punya taksi. Bandingkan dengan perusahaan taksi konvensional yang butuh bertahun-tahun membangun dan punya banyak taksi, tapi kalah saing. Karena canggihnya teknologi,” jelas Hanif.

Di akhir acara, satu persatu pelajar mengantre untuk mengabadikan foto bersama Hanif. Setiap jengkal langkah Hanif, langsung ditodong smartphone untuk berfoto. Hanif meladeni satu persatu siswa dan memegang smartphone itu sendiri. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here