Walikota Usulkan 3 Nama

0
200
Mohammad Idris

Sawangan | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris akan mengusulkan tiga nama calon sekretaris daerah (Sekda) Kota Depok ke Gubernur Jawa Barat. Langkah tersebut akan diambil walikota setelah tahapan asesmen maupun seleksi usai dilakukan.

“Dari 13 nama yang ikut seleksi, nantinya kami ambil tiga nama, tiga nama itu akan kami ajukan ke Gubernur Jawa Barat, tiga nama tersebut nantinya diurutkan secara ranking,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa tiga bulan setelah dilantiknya Penjabat Sekda yakni Widyati Riandani harus sudah ada dan dilantik sekda yang baru. Dengan begitu, kata dia, di pertengahan Desember Depok telah memiliki sekda yang baru.



“Kami serahkan ke pansel dan akan kami umumkan secara transparan. Semua sudah memenuhi aturan baik secara pangkat IVc paling minimal, sudah menjabat dua bidang jabatan eselon IIb dan usia maksimal 58 tahun ketika ia dilantik serta telah mengikuti Diklatpim II, itu syarat utama dan 13 orang ini masuk semua,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dirinya juga akan meminta restu kepada Gubernur Jawa Barat. Hal itu, kata dia, sebagai pemberitahuan bahwa pemerintah kota telah melakukan asesmen terhadap ketiga orang tersebut. Tiga orang tersebut nantinya akan dinilai secara ranking, dan nilai yang tertinggi maka itulah yang akan dipilih.

“Kami buka nanti nilainya. Kalau yang dari luar kan kemarin yang lelang, namun tidak ada yang berani daftar ke Depok. Akhirnya KASN mengarahkan kami untuk melakukan mutasi namun tetap menjalankan proses asesmen,” terangnya.

Asesmen dirasa perlu dilakukan, sambungnya, karena di eselon II ada asesmen yang sudah kadaluarsa. Dari itu, pihaknya melakukan asesmen kembali. Namun bagi mereka yang asesmennya masih satu tahun, dikatakan Idris itu masih berlaku.

“Tentu nama-nama yang diasesmen akan kami publish, hasilnya nanti tiga besar akan dipublish. Kecuali nanti bedanya 0,1 sekian seperti halnya Kepala Dinas Perpustakaan, sebenarnya nilai Bu Nessy lebih tinggi nol koma sekian. Namun kelebihan Bu Siti kenapa kami pilih, karena Bu Siti latar belakangnya pendidikan dan telah memiliki sertifikat perpustakaan, sementara Bu Nessy latar belakangnya dokter gigi, maka kami pilih Bu Siti. Dijamin transparan, buka-bukaan boleh,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here