Ini Dia 13 Nama Calon Sekda

0
216

Sawangan | jurnaldepok.id
Teka-teki siapa 13 orang yang ikut dalam seleksi calon sekretaris daerah (Sekda) Kota Depok terjawab sudah. Ke 13 orang itu tentu tak asing lagi dikalangan birokrat dikarenakan mereka merupakan birokrat senior. Mereka di antaranya:

1. Sri Utomo yang saat ini menjabat sebagai Asisten Hukum dan Sosial pada Sekretariat Daerah
2. Zamrowi yang saat ini menjabat sebagai Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
3. Mulyamto yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Walikota Bidang Sosial dan Hukum
4. Misbahul Munir yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
5. Raden Gandara Budiana, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan
6. Yayan Arianto, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
7. M Thamrin, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan
8. Hardiono, yang saat ini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah
9. Ety Suryahati, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup
10. Farah Mulyati, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan
11. Widyayti Riandani, yang saat ini menjabat Plt Sekretaris Daerah
12. Diah Sadiah, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan
13. Novarita, yang saat ini bertugas di Inspektorat

Sementara nama seperti Nina Suzana, Yulistiani Mochtar dan Kania Purwanti yang sebelumnya ramai diperbincangkan dan memiliki peluang besar untuk menjabat sekda, tidak masuk ke dalam daftar 13 calon sekda.



Banyak dari mereka yang enggan untuk dimintai tanggapannya terkait seleksi tersebut. Namun, mantan Sekda Kota Depok di era Nur Mahmudi Isma’il yakni Ety Suryahati sempat mengungkapkan isi hatinya terkait proses MCU yang dijalaninya.

“MCU ini bagus untuk mengetahui kondisi kesehatan kita. Makanya kami usulkan ke BKPSDM agar setiap tahun ada semacam ini (MCU,red),” ungkapnya.

Ketika ditanya jika nanti dirinya akan terpilih menjadi Sekda, ini jawaban Etty.

“Kalau sekda dengan kepala dinas itu kan sama Pratama Tinggi, cuma beda satu strip doang. Jadi kalau mutasi itu hal yang biasa, happy saja,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here