Oknum PNS Maling Motor

0
255

Margonda | jurnaldepok.id
Perilaku oknum salah seorang PNS Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Depok sungguh memalukan. Betapa tidak, EM (42) diringkus lantaran nekat mencuri sepeda motor milik temannya sendiri. Korban merupakan anggota Satpol PP Kota Depok. Pelaku mengambil motor korban pada Agustus lalu.

Pelaku diciduk saat sedang bekerja. Ia pun tampak pasrah saat sejumlah petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Depok menangkap dan membawanya ke Polres Depok. Diketahui EM mencuri motor milik korban yang bernama Fikri saat apel di pelataran parkir belakang gedung Perpustakaan Balaikota Depok. Sepeda motor korban adalah Honda Vario.

Fikri mengetahui pelaku berdasarkan keterangan pacar pelaku yang mengadukan masalah hubungannya dan perilaku EM kepada dirinya. Keterangan dari pacar pelaku menyebutkan sepeda motor itu ternyata milik korban Fikri namun tidak pernah dipergunakan untuk kerja atau lainnya hanya dipakai di lingkungan rumah saja.



Mendapatkan informasi tersebut, korban terus memantau pelaku. Fakta pun terkuak saat sepeda motor milik korban digunakan pelaku untuk bekerja ke kelurahan. Melihat hal itu korban kemudian meminta bantuan anggota Satpol PP lain untuk menangkap pelaku dan membawanya ke Polres Depok.

EM, mengaku bahwa tindakan yang dilakukan adalah spontan mengambil sepeda motor yang terpakir di belakang gedung Perpustakaan. Ia berdalih kunci sepeda motor masih tergantung di motor tersebut.

“Saya nggak ada niat mencuri. Kunci motor tergantung jadi saya ambil saja,” ucapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis membenarkan jika pelaku merupakan PNS di Kelurahan Ratujaya.

“Iya betul pelaku PNS di kelurahan Ratujaya. Dia mengambil motor milik korban yang merupakan anggota Satpol PP Kota Depok,” jelasnya.

Dirimya memaparkan peristiwa terjadi pada tanggal 17 Agustus lalu. Pelaku EM alias Coki nekat mengambil motor ketika keadaan sedang ramai pasca upacara HUT Kemerdekaan RI.

“Awalnya korban selesai melaksanakan upacara bendera 17 Agustus kemudian melihat sepeda motornya sudah tidak ada. Korban melapor ke saksi bernama Edo. Tanggal 30 September, kekasih pelaku Sanipah menghubungi ayah korban dan memberitahu jika sepeda motor korban berada di kontrakan tersangka,” paparnya.

Ia menambahkan usai mengetahui motor korban berada di rumah kontrakan pelaku, korban dan Sanipah bertemu di kontrakan tersangka namun tidak bertemu EM.

“Senin tanggal 2 Oktober 2017, korban dan temannya korban langsung datang ke kantor nya pelaku yakni di Kelurahan Ratujaya. Sesampainya disana pelaku pun mengaku sudah ambil motor korban. Kemudian langsung membawa nya ke Polres Depok. Pelaku dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” jelasnya.

Bakat penggelapan EM rupanya telah dilakukan sejak 2005 silam. Di mana, saat ia ditempatkan tugas di wilayah Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, EM pernah membuat ulah dengan menggelapkan uang tunjangan sahabanya sendiri, Komarudin.

“Dulu pernah saya siram sama kopi segelas, dan pernah juga digebukin sampai jontor. Dia mau gelapin uang tunjangan saya,” pungkas Komar. n Nur Komalasari|Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here