‘Siapapun Bisa Beli Persikad’

0
245
Walikota-wakil walikota terlihat tengah berbincang mesra belum lama ini dalam satu kesempatan apel pagi

Sawangan | jurnaldepok.id
Meski belum menerima informasi secara akurat terkait nasib Persikad saat ini, namun walikota-wakil walikota Depok, Mohammad Idris-Pradi Supriatna menyayangkan jika klub sepak bola asal Depok itu dijual.

“Wah saya enggak tahu itu, baru dapat kabar burung kalau Persikad sudah dibeli oleh seorang pengusaha untuk melanjutkan divisi satu. Persikad ini kan perusahaan, siapapun bisa beli. Kalau perusahaan ini sudah tidak mampu lagi merekrut dan membayar para pemain, ya sudah jika ada yang mampu untuk membeli,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Minggu (01/10).

Dikatakannya, jika dahulu orang atau warga Kota Depok bangga dengan Persikad itu memang benar.



“Namun kalau sekarang belum terbukti, disurvei saja. Karena dari sisi prestasi, managemen dan kemitraannya ini yang harus dibangun. Jangan sebuah organisasi profesi seperti persepakbolaan hanya dijadikan sebagai alat politik. Kalau sudah dijadikan alat politik apapun lembaga maupun organisasinya itu akan hancur,” paparnya.

Dijelaskannya, ketika Persikad kembali ke Depok beberapa tahun lalu tidak ada MoU antara pemerintah kota dengan managemen Persikad.

“Enggak boleh (APBD,red) kecuali walikota nya diperbolehkan jadi ketua Persikad, itu pun tidak boleh dan diatur Kementerian Dalam Negeri itu tidak boleh,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Wakil Walikota, Pradi Supriatna. Dikatakan Pradi, bahwa dirinya juga belum mendapat informasi jika Persikad melayang ke wilayah Jakarta. Pihaknya akan mencari tahu tentang kebenaran informasi itu.

“Kami sayangkan apalagi kalau dimiliki di luar Depok, kalaupun dijual harusnya home base nya tetap di Depok, tidak pindah kandang, kan jadi kebanggaan kita dikarenakan kita merawat itu dalam waktu yang panjang, sangat (kehilangan,red),” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa kompetisi lokal di wilayah Depok seperti di wilayah Sawangan, Bojongsari, Limo, Cipayung, Cilodong dan kecamatan lainnya berjalan baik. Hal itu merupakan salah satu wadah untuk mencari bibit yang nantinya bisa saja bibit itu dimaninkan di Persikad.

Pradi yang juga merupakan Esco Persikad menilai sah-sah saja jika Persikad dijual dikarenakan Persikad sudah menjadi tim professional.

“Persoalannya ada klausul-klausul, komitmen maupun etika yang harus dijalankan sebelum menjual Persikad. Terlebih Persikad dilahirkan oleh para pendiri dan stakeholder yang ada di Depok seperti Pak Badrul Kamal, Pak Yuyun, Bang Hasbullah termasuk Almarhum Wan Naming. Kalau pun professional tapi harus ada etikanya, masa kami sampai tak diberitahu kalau Persikad dijual,” ungkapnya.

Informasi yang beredar, saat ini klub yang sempat menjadi kebanggaan masyarakat Depok itu telah dibeli oleh PT Jakarta Indonesia Hebat. n Rahmat Tarmuji

 


BAGIKAN
Artikulli paraprakPersikad Tinggal Nama
Artikulli tjetërJawara Di Jabar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here