Elemen Masyarakat Tolak SSA

Aksi Longmarch yang dilakukan ratusan demonstran dari Jalan Dewi Sartika menuju depan Kantor Walikota Depok di Jalan Margonda Raya

Margonda | jurnaldepok.id
Ratusan warga dan elemen masyarakat seperti pedagang serta sopir menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Balaikota Depok, Kamis (7/9). Mereka menolak pemberlakuan jalur Sistem Satu Arah (SSA) yang sudah dilakukan uji coba Pemkot Depok sejak 29 Juli lalu ketika itu diterapkan di Jalan Dewi Sartika. Massa terus berdatangan dari berbagai arah menyuarakan agar SSA dihentikan.

Perwakilan warga Jalan Arif Rahman Hakim Suryadi Boges mengatakan SSA yang diberlakukan Pemkot Depok membawa dampak yang merugikan masyarakat dan pelaku usaha. Ia mengungkapkan setelah ada SSA pelaku usaha yang berada di pinggir jalan Arif Rahman Hakim penghasilannya menurun drastis.

“Dari pengakuan pedagang omzet mereka berjualan menurun hingga 70 persen. Banyak dari mereka yang gulung tikar, ” ujarnya.

Ia menuturkan jika di sepanjang jalan yang diberlakukan SSA tidak terpasang rambu-rambu lalu lintas.

“Kami menuntut agar SSA segera dicabut. Ini menyengsarakan warga. Pemkot bukan memecahkan kemacetan tapi memindahkan kemacetan ke tempat yang lain,” tuturnya.

Sopir angkot D07 Soni mengaku adanya SSA menyebabkan penghasilannya menurun. Rute angkutan kota D07 yakni dari Terminal Depok hingga ke Rawa Denok.

“Biasanya saya narik penumpang bisa ke Jalan Dewi Sartika. Tapi setelah ada SSA saya harus muter sampai ke Jalan Nusantara. Muter nya jauh banget. Kalau dulu sehari saya bisa dapat Rp 50 ribu, sekarang hanya dapat Rp 10 ribu aja, kadang juga nggak dapet,” ucapnya.

Ia berharap Pemerintah segera mengembalikan Sistem dua arah seperti sebelumnya.

“Nggak efektif, balik in aja kayak dulu. Jangan sampai warga sendiri yang turun ke jalan buka jalur itu. Banyak orang yang dirugikan dengan adanya SSA,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPC Repdem Kota Depok Frans Manuhutu mengatakan jika Pemkot Depok tidak segera memberhentikan ujicoba SSA maka warga akan membuka sendiri jalan tersebut.

“Harusnya pemerintah menambahkan infrastruktur yang ada. Menurut saya ujicoba SSA belum tepat. Sebelum aksi kami sudah surati ke Dinas Perhubungan, Walikota tapi belum ada tanggapan,” tuturnya.

Ia menambahkan jika SSA tetap diberlakukan maka warga akan membuka jalur yang ditutup. “Kami beri waktu seminggu. Jika tetap ada SSA, kami sendiri yang akan buka jalur itu,” katanya.

Akibat demonstrasi tersebut, berdasarkan pantauan arus lalu lintas menuju Pemkot Depok dari arah Citayam dan Dewi Sartika macet total. Kendaraan sempat tidak bergerak kemudian berangsur-angsur kembali jalan namun tetap padat merayap.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here