Pecat ASN Penjudi!

0
427
Terlihat megah Kantor Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan. Namun sayang kemegahan itu harus tercoreng dengan adanya praktik main judi di kantor kelurahan tersebut

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Perbuatan memalukan yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok dengan bermain judi di Kantor Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, jadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Idris-Pradi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menegaskan bahwa tidak ada ampun lagi bagi mereka (ASN,red) yang telah bertindak indisipliner.

“Kan sudah saya bilang dari awal, jangan macem-macem. Enggak ada ampun, apalagi di kantor kelurahan, gila aja itu,” tegas Pradi kepada Jurnal Depok, Jumat (25/8).



Ia menambahkan, seharusnya ASN menjadi contoh bagi masyarakat bukan malah memberikan contoh yang tidak baik.

Senada dengan Pradi, Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo meminta agar pelaku yang berstatus PNS itu segera dipecat.

“Pecat saja langsung, enggak benar itu. Narkoba maupun judi jangan dikasih ampun lagi. Itu sangat tidak benar,” tandasnya.

Sebelumnya, DS ( 44) DH (46), dan AD (35) dgerebek aparat Kepolisian Sektor Sawangan pada, Rabu (23/8) malam. Mereka diciduk sedang asyik berjudi di dalam Kantor Kelurahan Sawangan.

Kapolsek Sawangan AKP Suwardji mengatakan kejadian penangkapan itu berawal dari keresahan warga yang mengetahui kantor kelurahan sering dijadikan tempat berjudi.

Ia melanjutkan warga yang geram lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sawangan. Menanggapi laporan masyarakat, petugas kepolisian yang tengah melakukan piket selanjutnya menanggapi laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan.

“Anggota kami datang ke lokasi yang dilaporkan menjadi tempat bermain judi para pelaku. Ternyata disana ada tiga orang diketahui sedang asik bermain judi remi,” kata Kapolsek.

Dirinya menuturkan petugas memergoki mereka sedang bermain judi. Ketahuan dengan perilaku nya, mereka pun tidak berkutik ketika anggotanya mendapati tiga kartu remi dan uang tunai Rp400 ribu.

“Saat ini mereka masih kami periksa dan sedang dilakukan BAP oleh petugas,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sawangan AKP Darminto mengatakan dari keterangan ke tiga pelaku mereka mengaku baru pertama kali melakukan judi di dalam kantor kelurahan tersebut.

 

“Mereka mengaku tengah iseng ketika melakukan judi remi tersebut dan katanya sih baru sekali,” ucapnya.

Dirinya membenarkan jika dua dari tiga pelaku merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Depok dan satunya merupakan Ketua LPM Kelurahan Sawangan. Mereka ditangkap pada pukul 21.00 WIB ketika kantor sudah tutup.

“Mereka gunakan gudang untuk bermain judi,” tambah Darminto.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka dikenakan Pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukuman sepuluh tahun kurungan. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here