SSA ARH Diprotes

2
229

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Uji coba Sistem Satu Arah (SSA) yang dilakukan di Jalan Arif Rahman Hakim menuia protes. Warga yang geram dengan adanya ujicoba tersebut menilai sistem tersebut tidak menjawab permasalahan kemacetan yang ada. Mereka pun memasang spanduk yang isinya meminta agar SSA dibatalkan.

Spanduk yang bertuliskan Batalkan SSA, kami warga Depok Jaya menolak ujicoba Sistem Satu Arah karena lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya (Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya) dibentangkan di sudut jalan.

Pemasangan spanduk itu disambut positif oleh warga lain. Banyak yang mendukung jika SSA lebih baik dibatalkan.



“Kembali kan saja ke sistem dua arah karena menurut saya SSA hanya memindahkan kemacetan saja,” ujar salah satu warga Ahmad Samadi.

Warga lain yakni Rafiq menuturkan dengan diberlakukan nya SSA di Jalan Nusantara maka banyak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Di Jalan Nusantara kan banyak sekolahan. Kasihan anak-anak, ngeri. Tolong pemerintah ini di evaluasi lagi. Anak temen saya yang sekolahnya di Al Muhajirin rumahnya di Citayam harus jalan muter kalau mau ke sekolahnya, dia harus muter dulu ke fly over Arif Rahman Hakim,” terangnya.

Melly, warga Kembang Beji, Beji mengaku ia harus berkendara lebih jauh ketika ingin ke wilayah Margonda. Sehari- hari dirinya menggunakan Jalan Arif Rahman Hakim. Namun ketika diberlakukan satu arah di Jalan Arif Rahman Hakim, ia harus melalui Jalan Dewi Sartika untuk menuju Jalan Margonda Raya.

“Kalau mau ke Margonda terpaksa lewat Dewi Sartika. Di sana sudah macet banget. Saya muter jauh dan banyak jalan ditutup. Sampe jalan gang aja diportal warga,” urainya.

Ia menyayangkan penerapan SSA Arif Rahman Hakim yang dinilainya sia-sia. Karena ada satu jalur yang terlihat kosong sekali.

“Kalau saya mau pulang dari arah Margonda, keliatan banget useless jalur yang satunya. Sepi sekali nggak ada yang pakai, seperti nggak ada kehidupan. Malah itu bisa dijadikan ajang kendaraan yang melaju dengan kencang loch,” terangnya.

Karyawati swasta itu menambahkan pemberlakuan SSA di Jalan Arif Rahman Hakim hanya memindahkan kemacetan saja. “Iya oke lah, Jalan Arif Rahman Hakim nggak macet lagi. Biasanya kan jalur itu padat apalagi sore hari. Tapi kemacetan lain ada di Jalan Dewi Sartika. Sekarang sisi jalur ARH yang satu terlihat kosong melompong,” paparnya.

Dirinya pernah punya pengalaman ketika ingin mengantarkan ibunya yang sakit. Saat itu Melly bersama ibunya hendak ke Rumah Sakit Hermina, Pancoran Mas.

“Untuk mencapai RS Hermina saya harus lewat Dewi Sartika. Karena Arif Rahman Hakim kan ditutup kalau tujuan kita mau ke Pancoran Mas atau Margonda. Dan di jalan Dewi Sartika sangat macet, ketika itu saya rasanya ingin nangis karena ibu sakit tapi jalan macet dan harus muter jauh,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Gandara Budiana mengklaim jika ujicoba penerapan SSA mampu mengurai kemacetan.

“Ini kan baru ujicoba. Kami juga setiap minggu evaluasi. Sejauh ini sudah bisa mengalir yang di Jalan Arif Rahman Hakim terlihat lancar, Jalan Margonda juga lancar,” katanya.

Menurutnya SSA mampu mengurai kemacetan. “Pada sore hari Jalan Margonda dan Jalan Arif Rahman Hakim selalu macet, adanya SSA ini mampu urai itu,” ucap Gandara.

Uji coba Sistem Satu Arah di Jalan Arif Rahman Hakim diberlakukan sejak 14 Agustus lalu. Sebelumnya ujicoba Jalan Dewi Sartika dilakukan pada 29 Juli.nNur Komalasari

 

2 KOMENTAR

  1. Kemacetan mana yg diurai pak dishub yg terhormat? Bapak turun ke lapangan gak? Mulai sore jam 3 sampe jam 8 malam dewi sartika macet meskipun satu arah…karna semua kendaraan numplek di situ

  2. Kemacetan mana yg diurai pak dishub yg terhormat? Bapak turun ke lapangan gak? Mulai sore jam 3 sampe jam 8 malam dewi sartika macet meskipun satu arah…karna semua kendaraan numplek di situ
    Reply

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here