Pembangunan Tol Desari Molor

0
374

Cinere | jurnaldepok.id
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Depok-Antasari (Desari), Ambardi mengakui keterlambatan pembangunan tahap pertama yang semula direncanakan bakal rampung pada akhir tahun silam.

“Memang ada keterlambatan pembangunan, hal ini disebabkan masalah pembiayaan yang tidak lancar dan sekarang progres tahap pertama yang seharusnya sudah selesai pada Desember tahun lalu, tapi nyatanya sekarang baru mencapai 80 persen, ” ungkap Ambardi.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Musholah At-Taqwa di Jalan Sungai RT 02/02 Kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB), Kecamatan Cinere, belum lama lama ini.



Hal senada dikatakan oleh Manager umum PT Citra Waspphutowa, Suharno selaku investor Tol Desari.

Dia mengatakan penggelontoran dana dari pemerintah untuk pembiayaan pembangunan Tol Desari merupakan salah satu kunci kelancaran proses pembangunan konstruksi Tol. Namun pihaknya telah berupaya untuk menggenjot pelaksanaan pembangunan paling tidak proses pengerjaan terus berjalan dan tidak terhenti alias mangkrak.

“Meski agak lambat tapi pengerjaan pembangunan terus berjalan dan ini masih lebih ketimbang mandek sama sekali, ” kilahnya.

Disisi lain lambatnya proses pengerjaan pembanunan konstruksi Tol Desari tahap pertama mulai dari wilayah Cilandak Jakarta Selatan hingga Jalan Brigif Kelurahan Gandul, menuai keluhan dari para pengguna jalan.

“Sebagai pengguna jalan saya merasa tidak nyaman saat melintas di ruas Jalan Andara Raya ini, karena saat musim panas banyak bangat debu dari tanah galian tol, dan sebaliknya kalau habis hujan bidang jalan menjadi licin. Hal ini dikarenakan pihak kontraktor tidak membatasi kawasan seputar jalan dengan titik galian tanah, ” ungkap Madelih salah satu pengendara.

Dikatakannya, meskipun pembangunan tol merupakan hajat pemerintah untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran aktivitas berlalu lintas, namun dalam pelaksanaan pembangunannya harus juga memperhatikan keamanan dan kenyamanan penggunan jalan yang hilir mudik dikawasan sekitar konstriksi Tol.

“Bicara kenyamanan sudah jelas dengan kondisi sekarang sangat tidak nyaman, jangan sampai para pengendara menjadi tidak aman saat melintas disini karena banyaknya beton konstruksi tol yang berserakan dekat bibir jalan, ” pungkasnya. n Asti Ediawan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here