Kodim Depok Sajikan Drama

0
180

Balaikota | jurnaldepok.id
Ada yang menarik dari perhelatan perayaan HUT RI Ke 72 di Balaikota Depok kemarin, (17/8). Di sela-sela rangkaian acara, para undangan yang hadir disuguhkan dengan penampilan sosiodrama yang menceritakan tentang perjuangan pahlawan Depok yakni Tole Iskandar.

Pertunjukan tersebut menceritakan tentang perjuangan Tole Iskandar yakni ketika dirinya dengan penuh semangat dan gigih mengusir penjajah Belanda dari tanah Depok. Menarik nya, salah satu pemain merupakan keponakan dari Tole Iskandar yang berperan sebagai ibunya Tole Iskandar.

“Iya saya berperan sebagai ibunya Tole Iskandar. Saya tidak sembarangan untuk berperan saya tirakat dulu, saya melakukan ritual. Puasa mutih dan juga mengunjungi makam beliau serta eyang saya,” ujar Hesti Menton, keponakan Tole Iskandar.



Ia menuturkan pamannya tersebut tinggal di Ratujaya tepatnya di Gang Kembang. Tole Iskandar meninggal sekitar tahun 1947. Dirinya mengaku tidak pernah melihat secara langsung sosok Tole Iskandar karena ketika meninggal dunia, Hesti belum terlahir di dunia.

“Saya dengar cerita dari orangtua saya kalau beliau adalah sosok yang beribawa, santun, penuh talenta,” tuturnya.

Dia mengatakan semangat keteladanan yang bisa dicontoh dari Tole Iskandar menurutnya adalah kelogowan yang dimiliki Tole.

“Sifat legowonya dan harus berjuang apapun misalnya dalam mendidik anak menjadi anak yang soleh. Sebagai wanita harus mandiri dan semangat menjalani hidup,” terangnya.

Sementara itu koordinator drama cerita Tole Iskanda Sersan Mayor Jerema mengatakan para pemain terdiri dari anggota Kodim 0508 Depok, para TNI, Polri, veteran dan anak-anak muda Depok.

“Ada sekitar 55 orang pemain. Latihan sebulan, pertemuannya sekitar 10 kali,” ucapnya.

Tema cerita perjuangan pahlawan Tole Iskandar dipilih karena perannya yang begitu besar dalam mengusir penjajah saat di Depok.

“Tole Iskandar dipilih karena dia tinggal di Ratujaya. Ide mengangkat cerita Tole Iskandar dari Komandan Kodim.
Ini sudah ketiga kalinya namun tidak berturut-turut,” pungkasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here