Walikota Tanggapi Siswa Belajar Di Lantai

0
188
Mohammad Idris

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris angkat bicara terkait puluhan siswa kelas IX MTsN Cimanggis yang belajar melantai selama setahun terakhir. Idris mengatakan, bantuan untuk sarana dan prasarana kursi serta meja harus seizin Kementerian Agama untuk memberikan hibah atau bantuan lainnya.

“Harus ada persetujuan dan izin dari pusat karena yang berwenang Kemenag setelah sebelumnya mengajukan surat bantuan terlebih dahulu, ” ujar Idris, kemarin.

Ia mengatakan, bahwa semua itu harus ikut prosedur agar tidak terjadi tumpang tindih pemberian bantuan tersebut. Idris merasa prihatin dengan adanya kasus sekolah belajar di lantai terlebih menjadi satu-satunya MTs Negeri di Kota Depok.



Dikatakannya. tidak mungkin pemkot diam saja dan tidak terima informasi sebelumnya karena ada prosedur dan tahapan yang harus dilalui terpaksa harus menunggu.

“Kalau mau memberikan hibah tentunya perlu melalui berbagai prosedur agar tidak salah jalan, ” katanya.

Kepala Kandepag Depok, Ismatulah Syarif didampingi Kasie Pendidikan Madrasah, Nani Mulyani, mengatakan bahwa pihaknya sebetulnya sudah berulang kali mengajukan bantuan ke Kemenag Pusat, tapi sampai saat ini memang belum mendapatkan bantuan tersebut.

Masalah 60 lebih pelajar belajar di dua ruangan secara lesehan di lantai, kata dia, karena adanya kebijakan pemerintah terhadap kurikulum tahun 2017/2018 wajib mengikuti kurikulum tahun 2013 tentang masalah kegiatan belajar di sekolah tidak ada lagi sistem sift.

“Terpaksa pelajar di dua ruang kelas harus belajar satu sift, jadi tidak ada jalan keluar terpaksa satu ruang kelas dibagi dua dengan sekat triplek. Dari 72 sekolah di bawah Kandepag Depok MTsN Cimanggis ini merupakan satu-satunya di Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here