‘Enggak Ada Gaji ke 13’

0
146
Ety Suryahati

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Hj Ety Suryahati menegaskan bahwa di dinasnya tidak ada anggaran gaji ke 13 bagi para sopir, kernet maupun crew truk pengangkut sampah.

“Enggak ada istilah gaji ke 13 dan tidak ada pula diaturan keuangan yang membuat keberadaan itu, itu hitungannya lembur,” ujar Ety kepada Jurnal Depok, Kamis (17/8).

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum membayarkan apa yang menjadi tuntutan para sopir dan kernet truk pengangkutan sampah. Ety beralasan, bahwa hal itu ada peraturan admistrasi yang harus ditempuh.



“Itu enggak bisa sembarangan, nanti ada temuan BPK jadi masalah. Kami ikuti sesuai aturan keuangan saja. Sama (tahun lalu,red) seperti itu juga, hanya tidak ribut, sekarang kan karena ada Adipura. Kami masih sesuai aturan dan dokumen keuangan, enggak bisa melanggar aturan keuangan, lihat nanti ada lembur atau tidak mereka,” paparnya.

Sebelumnya ratusan sopir, kernet dan crew truk pengangkut sampah melakukan aksi unjukrasa di halaman UPT TPA Cipayung. Mereka meminta DLHK membayarkan gaji ke 13 yang baru dibayarkan beberapa persen dari total gaji mereka per bulan.

“Bahasa kami itu gaji ke 13, awalnya bukan kami yang minta namun pemkot yang ngasih dan itu kami hargai sebagai bentuk penghargaan dari pemkot kepada karyawan. Seharusnya cair pada Juli, sekarang sudah cair namun hitungan orang dinas itu uang lemburan, sementara yang kami tuntut itu gaji ke 13 dan jumlah yang kami terima tidak sesuai dengan gaji ke 13,” ujar Muhtar, salah seorang petugas kebersihan, Senin (14/8).

Ia menambahkan, bahwa gaji ke 13 dibayarkan satu bulan gaji, namun yang dibayarkan hanya Rp 600 ribu dan tidak sampai 50 persen dari satu kali gaji. Pihaknya meminta kepada dinas agar apa yang telah diterapkan sebelumnya dapat dijalankan lagi.

“Sebelumnya tidak ada masalah lancar-lancar saja, kami pikir tidak terulang lagi. Gaji ke 13 bagi kami sangat berarti karena untuk biaya sekolah anak belum lagi tariff listrik yang naik, itu mutlak untuk kebutuhan hidup,” paparnya.

Selain sopir dan kernet truk, aksi tersebut juga diikuti oleh crew yang jumlah keseluruhan mencapai kurang lebih 500 pekerja.

“Kami menuntut agar gaji kami dibayar full seperti yang sudah-sudah,” pintanya.

Kepala UPT TPA Cipayung, Iyay Gumelar mengatakan bahwa sesungguhnya hal tersebut bukan ranahnya. Namun dirinya tidak memungkiri jika sampah di beberapa wilayah di Depok tidak terangkut ke TPA dikarenakan para sopir dan kernet melakukan demo.

“Kalau melihat mereka belum keluar maka nanti kemungkinan akan diangkut oleh satgas. Kurang lebih ada 120an truk, hari ini (kemarin,red) sepertinya mereka tidak beraktivitas,” ungkapnya.

Dikatakan Iyay, satu unit truk setiap harinya mengangkut sampah ke TPA Cipayung sebanyak dua rit. Dengan kondisi tersebut, Iyay memprediksi jumlah sampah yang akan diangkut pada hari berikutnya ke TPA Cipayung akan meningkat, dikarenakan di hari kemarin para sopir tidak melakukan aktivitas. n Rahmat Tarmuji

 

 

 


BAGIKAN
Artikulli paraprakJaga Tradisi
Artikulli tjetër13 Napi Dapat Remisi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here