Proyek PLN Bikin Semrawut

Terlihat semrawut Jalan Raya Pitara, Pancoran Mas yang disebabkan adanya proyek PLN yang hampir memakan separuh badan jalan, akibatnya jalur tersebut dibuka tutup

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Setelah proyek galian kabel di Jalan Raya Tole Iskandar, Cilodong disoal oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kemarin giliran proyek PLN yang berada di Jalan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas, disoal oleh pengguna jalan, Anggota DPRD hingga organisasi kepemudaan.

Sekretaris Komisi C DPRD Depok, Edi Masturo mengungkapkan sebelum melakukan proyek besar yang riskan dengan ketertiban dan kenyamanan di jalan raya, seyogyanya pihak PLN melakukan koordinasi dengan pemerintah dan stakeholder di Depok

“Kami menginginkan PLN kordinasi yang baik secara birokrasi kedinasan di antaranya dengan Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan Kota Depok. Tujuannya agar proses pekerjaan berjalan lancar dan tidak ada yang dirugikan, terlebih masyarakat pengguna Jalan Pitara harus merasa nyaman,” ujar Edi kepada Jurnal Depok, Selasa (15/8).

Ia mengatakan, dampak dari pekerjaan tersebut terlihat jelas, di mana Jalan Pitara rusak dan tidak maksimal perbaikan jalan seperti semula.

“Kalau seprti ini pemkot yang dirugikan. Maka kami mohon pihak PLN agar bertanggungjawab atas kerusakan itu, karena sudah banyak komplain dari masyarakat akibat kegiatan tersebut,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Karang Taruna Kota Depok, Amsori AR. Dikatakannya, proyek PLN di Jalan Pitara sangat merugikan warga karena pekerjaannya berlarut-larut dan cenderung tidak profesional, dikarenakan pihak kontraktor yang ditunjuk oleh PLN menghabiskan hampir separuh badan jalan.

“Setiap pagi dan sore hari terjadi kemacetan yang cukup parah. Bagi pengusaha property atau perumahan yang sedang tumbuh di sepanjang Jalan Pitara dan Jalan Raya Cipayung sangat merugikan, karena banyak konsumen yang mengeluhkan hal tersebut,” tandasnya.

Sebagai bagian dari masyrakat yang menggunakan Jalan Pitara, dirinya berharap pihak PLN harus segera menyelesaikan proyek tersebut.

“Proyek ini sudah kurang lebih dua bulan, namun pengerjaannya belum selesai juga. Apabila telah selesai pekerjaannya, kondisi jalan harus dikembalikan seprti semula, jangan asal-asalan pekerjaannya.

Amsori menilai, berlaurut-larutnya proyek PLN pusat itu, juga mengganggu pertumbuhan ekonomi yang ada di Kecamatan Cipayung khususnya yang bergerak dibidang konveksi dan perdagangan.

Salah seorang staf PLN Depok, Fuji mengatakan bahwa proyek tersebut berasal dari PLN pusat bukan PLN Depok.
“Proyek itu merupakan interkoneksi dari GI Rawadenok ke Depok Baru, enggak tahu (sampai kapan,red),” ungkapnya.

Hasil pantauan di lapangan, akibat proyek PLN tersebut di beberapa titik Jalan Pitara harus dilakukan buka tutup lantaran proyek tersebut memakan hampir setengah badan jalan. Alhasil, di jam tertentu kemecaten panjang tak dapat dihindarkan. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here