Bos Pandawa Permainkan Kuasa Hukum

0
200

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Sidang lanjutan kasus penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa kembali digelar. Kali ini sidang yang mengagendakan pembacaan eksepsi atau nota keberatan tersebut, kembali ditunda hingga Rabu (16/7).

Hal tersebut dilakukan lantaran terdakwa ragu menentukan sikap untuk memakai salah satu kuasa hukum.

“Ya terdakwa bisa menggunakan salah satu tim kuasa hukum atau menggabungkan tim kuasa hukum, itu semua hak saudara terdakwa,” ujar hakim ketua Yulinda Trimurti Asih dalam persidangan.



Beberapa kali menanyakan hal tersebut, terdakwa Dumeri alias Salman Nuryanto tidak mampu menentukan sikapnya. Dia meminta untuk kembali menunda sidang.

“Terdakwa masih dilema untuk menentukan siapa yang dia berikan kuasa karenanya diberikan waktu selama dua hari untuk menentukan sikap,” terangnya.

Salah satu kuasa hukum Salman Nuryanto, Ramjahif Pahisa Gorya Viver kecewa terhadap ketidaktegasan kliennya. Dia mengungkapkan, harusnya kliennya dapat menentukan siapa yang dia pilih sebagai kuasa hukum.

“Majelis ketua, ini harus dijelaskan siapa yang harus dipilih menjadi kuasa hukum,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Nuryanto yang lain, Hermansyah mengatakan, jika pihak keluarga Nuryanto yang meminta sendiri timnya untuk menjadi kuasa. Dirinya berharap profesi pengacara ini tidak dimain-mainkan.

“Kemarin itu sempat dibatalkan untuk menjadi kuasa hukum. Terus kami diminta lagi untuk menjadi kuasa, masih kami iya kan, tetapi sekarang begini lagi,” ungkapnya.

Dirinya merasa tidak keberatan jika harus bergabung dengan tim kuasa hukum lainnya. “Kami siap jika harus bergabung atau pun sendiri,” tegas dia.

Sebelumnya sidang perdana kasus money game Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa dilakukan beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri Kota Depok. Dalam sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan tersebut sempat ditunda lantaran kuasa hukum Nuryanto tidak melengkapi diri dengan surat acara serta tidak membawa jubah sidang.

Di dalam pembacaan sidang dakwaan tersebut, Salman Nuryanto didakwa Pasal 46 tentang perbankan jo Pasal 55.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here