Korban First Travel Kebingungan

0
193

Cimanggis | jurnaldepok.id
Jamaah korban penipuan biro umroh dan haji First Travel terus mendatangi kantornya yang berlokasi Jalan Radar Auri, Cimanggis. Seolah tidak kenal lelah para jamaah menuntut pihak First Travel agar segera mengembalikan uang mereka

Berdasarkan pantauan jamaah yang semakin geram memasang puluhan poster yang beriisikan kekecewaan. Mereka pun mengklaim kantor tersebut sudah disegel oleh mereka.

Para jamaah terus menuntut hak nya agar management First Travel mengembalikan uang mereka. Selain itu, mereka juga ingin seluruh dokumen yang telah diberikan dapat dikembalikan.



Salah satu jamaah, Zacky Farhan (35) mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan teman-temannya yang lain untuk melakukan gugatan secara perdata. Saat ini tercatat sudah ada 100 jamaah First Travel yang siap memberikan gugatan perdata tersebut.

“Sebagian sudah ada yang menempuh jalur pidana. Kami juga akan mengambil jalur perdata dalam kasus tersebut, ” jelasnya.

Pihaknya tengah memikirkan untuk memberikan gugatan perdata tersebut ke Pengadilan Negeri Depok atau ke pengadilan di kota lainnya.

Selain itu para jamaah juga meminta kepada pemerintah untuk mendirikan pusat pelaporan. Hal ini lantaran merek kesulitan mencari informasi atas kasus tersebut.

“Kami meminta kepada Kemenag dan Presiden untuk membuat crisis centre sebagai salah satu pusat informasi para jamaah,” ucapnya.

Sujud Ahmadi (40)/ salah satu jamaah biro perjalanan umroh dan haji First Travel lainnya, mendatangi Polresta Depok. Dia bersama lima rekannya yang lain berencana melaporkan kasus penipuan biro haji tersebut.

“Saya bersama teman-teman lain ingin melaporkan kejadian yang ada di First Travel,” ujarnya.

Dirinya bersama teman-temannya yang lain mengikuti program umroh yang ditawarkan perusahaan tersebut pada 2016. Hingga saat ini ia pun belum mengetahui kapan dia bersama temannya yang lain akan berangkat.

“Kami menyetorkan uang pada Januari 2016. Tapi sampai sekarang juga belum ada kepastian. Makanya kami melaporkan ke Polresta Depok,” terangnya.

Meski telah mencoba melapor, tetapi pihak Polresta Depok menyarankan untuk melaporkan kasus ini ke pihak Bareskrim Polri.

“Karena kasus ini sudah ditangani Bareskrim. Jadi kami dianjurkan untuk melapor ke sana,” tambahnya.

Pihaknya, juga tengah menyiapkan gugatan perdata terhadap kasus ini. “Kalau kami ada 24 orang yang tertipu. Gugatan perdata sudah tengah kami siapkan dan siap lanjutkan ke pengadilan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here