Korban First Travel Geram

0
219

Cimanggis | jurnaldepok.id
Puluhan jamaah biro perjalanan ibadah haji dan umroh PT First Travel kembali mendatangi kantor ibadah haji yang berlokasi di Jalan Radar Auri Cimanggis Depok. Kali ini mereka kembali berharap mendapat penjelasan dari pihak First Travel. Namun mereka harus menggigit jari lantaran perwakilan Fist Travel satu pun tidak ada di kantor.

“Saya datang jauh-jauh dari Pulo Gebang mau ambil dokumen agar uang bisa dikembalikan. Tapi nggak ada satu pun orang di dalam. Kesel saya, pagi-pagi sudah kesini tapi kosong. Kemarin saya disuruh kesini loh katanya bisa diambil dokumen,” ujar salah satu jamaah Komarudin, Kamis (10/8).

Dia menjelaskan jika ia gagal berangkat umroh bersama empat orang anggota keluarganya. Pihak First Travel menjanjikan diberangkatkan antara bulan Mei dan April 2017.



“Saya sudah nyerahin paspor dari November 2016. Lewat dari bulan Mei kok nggak berangkat. Saya sih nggak ngeliat gak enak ya, yakin aja kalau pasti berangkat. Nah pas percaya sudah ditipu itu pas tahu ijinnya dicabut,” jelasnya.

Yang diinginkan dirinya hanya satu yakni uang mereka bisa kembali. “Saya cuma pengen uang saya kembali. Susah loh kumpulin duit. Meski orangnya sudah ditangkap, saya ingin uang kembali,” tandasnya.

Jamaah First Travel lain yakni Deden Supriatna merasa geram karena harapan dikembalikan uang refund nya kini semakin tipis. Pasalnya saat ini kedua pemilik travel sudah ditangkap aparat kepolisian.

“Saya dengar mereka sudah ditangkap. Sekarang saya hanya bisa pasrah aja. Jalur hukum saya sedang pikirkan, mau dilaporkan atau bagaimana,” ungkapnya.

Ia mengaku sudah beberapa bulan belakangan berupaya agar uang refund didapatkan. Dirinya merasa bingung mencari siapa yang bisa dihubungin dari pihak travel.

” Saya mau nemuin orangnya sekarang nggak pernah ada. Sekali nya pernah diketemuin dengan syarat koper dikembalikan, kemudian refund bisa kembali dengan maksimal waktu 90 hari kerja. Tapi lama kelamaan kok perkembangan nya semakin nggak jelas,” jelasnya.

Dia mengaku pasrah dengan keadaan kantor First Travel yang sudah sepi. Tidak ada lagi orang yang bisa dimintai penjelasan terkait nasib uang refund. “Satpam nya juga nggak ada, kosong. Sama siapa kita bisa ngomong kalau begini,” ucapnya.

Deden mengaku belum mengambil langkah hukum terkait kasus tersebut. Namun beberapa jamaah lain sudah ambil jalur hukum dengan melaporkan First Travel ke kepolisian.

“Saya mau nunggu nih batas maksimal waktunya kan 90 hari kerja. Nanti lihat gimana. Untuk jalur hukum saya ada niat itu kalau setelah 90 hari kerja ini tidak membuahkan hasil,” katanya.

Deden tadinya berencana akan berangkat umroh dengan 18 orang keluarganya yang lain. Ia dan keluarga pun sudah menyetor sebesar Rp 14.300.000. “Saya dijanjikan berangkat bulan Mei 2016, kemudian mundur terus hingga November sampai sekarang,” jelasnya.

Sebelumnya dia tidak menaruh kecurigaan terhadap First Travel karena bimbingan ibadah haji tersebut dinilai bagus dan terpercaya.

“Berdasarkan pengalaman saudara saya yang sudah berangkat tahun 2013 lalu, pelayanannya bagus. Diberangkatkan juga dengan fasilitas kelas nomer satu. Nah lantaran itu saya tertarik dan ikut promo umroh 2017, tapi ternyata seperti ini. Saya disini cuma ingin hak-hak saya kembali, kembali kan uang kami meski mereka sudah ditangkap,” tutupnya.nNur Komalasari

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here