Komisi C Nilai DLHK Lalai

0
190

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Komisi C DPRD Kota Depok menilai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) lalai dalam melakukan pengawasan terhadap pencemaran Situ Rawa Kalong di wilayah Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis.

“Setiap enam bulan sekali DLHK melakukan uji tes secera berkala, kenapa masih terjadi limbah masuk ke situ dan dari mana sumbernya? Komisi C berkesimpulan DLHK tidak tahu. Ketika DLHK tidak tahu dan memang itu menjadi tupoksinya dinas tersebut, maka kami anggap lalai,” ujar Mazhab HM, Ketua Komisi C DPRD Depok, Rabu (9/8).

Dari itu, sambungnya, Komisi C akan segera memanggil pejabat terkait seperti PUPR maupun DLHK untuk menyelesaikan persoalan tersebut.



Dikatakan Mazhab, bahwa setelah melakukan uji mutu dan dinyatakan lolos sesungguhnya limbah yang berasal dari pabrik boleh dibuang ke situ. Pihaknya masih menyelidiki kondisi air yang berubah warna apakah terkait dengan limbah atau dari faktor sekitarnya.

“Apakah dari faktor rumah tangga yang membuang limbah nya ke situ, apakah dari umpan ikan dikarenakan banyak tambak di sana, itu yang harus ditelusuri,” paparnya.

Untuk mengetahui hal tersebut, Komisi C merekomendasikan untuk menutup terlebih dahulu limbah yang berasal dari pabrik agar tidak dibuang ke Situ Rawa Kalong selama enam bulan ke depan. Dengan begitu, pihaknya akan mengetahui apa penyebab dari berubah nya warna air situ seluas 7 hektar tersebut.

“Berdasarkan dokumen yang kami terima bahwa limbah parbik yang dibuang ke situ sudah melalui uji baku mutu, baku mutunya bagus dan boleh dibuang. Namun faktanya masih ada pencemaran di situ tersebut, makanya kami tutup selama enam bulan,” katanya.

Apabila dalam proses penutupan itu masih ada limbah ke situ, kata dia, berarti harus dicari sumber lain apa penyebabnya.

“Ada tiga pabrik di sana, semuanya kami tutup agar tidak membuang limbah ke situ selama enam bulan,” jelasnya.

Ketua Pokdarwis Situ Rawa Kalong, M Noerdin mengapresiasi langkah yang diambil oleh Komisi C DPRD Depok dengan melakukan sidak langsung ke lokasi.

“Yang jelas pabrik-pabrik yang di sekitar Situ Rawa Kalong masih kasap mata. Itu bukan limbah dari warga masyarakat sekitar, karena limbah yang ada saat ini berminyak pekat dan berwarna serta membuat Situ Rawa Kalong tercemar,” ungkap Noerdin.

Dikatakannya, pencemaran situ sudah terjadi bertahun-tahun walaupun pasca tuntutan warga pada tahun 1996 meminta agar pabrik-pabrik harus membuat IPAL.
“Tapi warna air situ sampai sekarang masih kotor, berwarna dan berminyak. Sebagai warga kami berharap agar jajaran Pemkot Depok bersama lintas dinas terkait seperti DPUPR, DLHK, DISTAN, DINKES, DISPORAPARSENBUD, bersinergi bersama atasi masalah Situ Rawa Kalong yang kondisinya kronis, agar situ tersebut bisa bersih indah dan bisa menjadi potensi wisata kebanggaan warga Curug,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here