PNS dan Wartawan Dicopet

0
150

Beji | jurnaldepok.id
Aksi pencopet dalam kereta api Commuter Line terjadi. Meski di dalam kereta sudah terdapat petugas, namun hal itu tidak membuat nyiut pencopet untuk melancarkan aksinya.

Kali ini musibah dialami seorang PNS Kementrian Komunikasi dan Informasi yang kehilangan dompetnya. Qomarudin (57) kehilangan dompet yang ditaruh di dalam tas ranselnya. Ia baru sadar ketika dirinya turun di stasiun Pondok Cina sekitar pukul 17.00 WIB.

“Saya biasa kalau pulang kerja naik kereta dari Tanah Abang menuju Pondol Cina. Ketika itu memang penuh sekali. Tas ransel saya taruh di depan. Tapi pas turun di stasiun Pondok Cina, kantong tas kecil yang paling depan sudah terbuka,” ungkapnya.



Atas kejadian itu dirinya kehilangan dompet berisi uang tunai, KTP, kartu peserta taspen. “Tadi saya baru dapat uang ada sekitar Rp 1,5 juta. Semuanya hilang. Saya langsung urus surat kehilangan ke Polres Depok,” tandasnya.

Tak hanya Qomarudin, nasib sama juga dialami wartawan Koran Sindo, Purwadi.
Dirinya yang menumpangi KRL Commuter Line dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, harus merelakan dua unit ponsel, alat perekam serta surat-surat berharga lainnya digasak pelaku kejahatan.

“Tas selempang saya disilet para pelaku yang berjumlah lima orang,” kata Purwadi pada Selasa (8/8).

Kejadian bermula saat Purwadi hendak pulang ke rumahnya di Depok menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Manggarai. Saat itu di stasiun tersebut dipenuhi ribuan penumpang lantaran ada salah satu KRL mogok.

Ketika KRL tujuan Bogor tiba di Stasiun Manggarai para penumpang pun berdesakan untuk masuk kereta. Di dalam KRL, Purwadi mengaku dirinya dikelilingi lima orang yang diduga kuat sebagai pelaku kejahatan.

“Lima pelaku ini terus memepet saya, satu di antaranya seorang perempuan,” ujarnya. Tak ada kecurigaan dari Purwadi bila menjadi korban kejahatan.

Namun saat turun dari KRL, Purwadi baru menyadari bila tas selempang yang ditaruhnya di depan telah robek disilet.”Semuanya hilang, sudah saya laporkan ke petugas di Stasiun Pasar Minggu. Kata mereka peristiwa itu sering terjadi saat kereta sedang penuh,” tandasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here