Lokasi Alun-alun Kurang Strategis, Ini Kata Walikota

0
389
Mohammad Idris

Sawangan | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok telah membelanjakan Rp 100 miliar untuk membeli lahan yang nantinya dibangun alun-alun di wilayah Kota Kembang, GDC. Banyak yang beranggapan jika lokasi tersebut dinilai kurang strategis.

Menanggapi hal itu Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan bahwa pengadaan maupun pembelian lahan alun-alun telah dikaji secara matang.

“Kalau tidak matang tidak akan dibeli itu tanah. Mau strategisnya di mana, mau di Sawangan? dievaluasi saja secara komperhensif atau mau di Margonda?. Coba bayangkan, harga tanah di GDC hanya Rp 2-5 juta per meter, hamparan yang ada 5-10 bidang,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.



Dengan harga itu, kata dia, pemerintah kota bisa memiliki 3,5 hektar. Sementara di Margonda, saat ini harga tanah mencapai Rp 21 juta per meter.

“Silahkan bandingkan dari sisi harga. Dari sisi lokasi, bayangkan kalau alun-alun di Margonda atau di sini (Sawangan,red) infrastrukturnya belum sampai ke sini. GDC akan menyerahkan assetnya ke pemerintah tahun ini, tahun depan akan kami realisasikan perbaikan taman dan perbaikan jalan,” paparnya.

Idris juga berjanji akan melakukan penertiban dan pendataan PKL. Di mana, PKL orang Depok akan didata, sementara PKL yang bukan orang Depok tidak boleh berjualan.

“Harus tegas kalau mau memberdayakan orang Depok. Akan kami tata dan bagi kesempatan mereka di mana ditempatkan,” terangnya.

Dibangunnya alun-alun yang direncanakan pada pada 2018, diharapkan mampu memecahkan persoalan di kota terkait dengan ketertiban PKL.

Koordinator Forum Komunitas Hijau Kota Depok, Heri Saefudin mengungkapkan hendaknya pembangunan alun-alun dibagi di beberapa wilayah Kota Depok.

“Hal itu bertujuan agar pusat perekonomian dan aktivitas masyarakat tidak tersentralisasi di satu titik saja. Dengan begitu akan tercipta pusat-pusat perekonomian baru di wilayah Depok,” ungkapnya.

Heri mencontohkan, pembangunan alun-alun bisa dibagi menjadi tiga bagian yakni di wilayah Barat, Tengah dan Timur Depok. Di mana, tiga wilayah itu mampu mewakili kondisi maupun kultur masyarakat yang ada di Depok. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here